Kanal

Indonesia Cabut Dukungan Seluruh Resolusi AIPA karena Myanmar Tolak Resolusi

Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. - Warta Kota

SEJUMLAH kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. 

"Rabu (5/9/2018) waktu setempat, delegasi parlemen Indonesia dalam Sidang ke-39 AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly), akhirnya memutuskan untuk mencabut dukungan terhadap seluruh resolusi politik yang telah dibahas dalam sidang komite politik," kata Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Sejumlah kalangan menyesalkan sikap Myanmar terkait dengan resolusi terhadap bangsa Rohindya, yang dimusnahkan atau genosida. (Warta Kota)

Hal itu terjadi karena Myanmar menolak untuk membahas resolusi bersama atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, yang memimpin delegasi parlemen Indonesia dalam sidang di Komite Politik, menyampaikan, DPR RI bersikap tegas terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

"Sebagai anggota komunitas internasional, sesudah Parlemen Dunia, atau IPU (Inter-Parliamentary Union), dan juga PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) mengeluarkan resolusi atas isu kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, mestinya parlemen negara-negara ASEAN juga bisa melahirkan resolusi serupa," katanya.

Tentu saja, kata Fadli Zon, resolusi itu bisa disesuaikan, disusun bersama-sama, berdasarkan semangat ASEAN.

Indonesia sangat terbuka dalam mendialogkan semua itu.

Sejak sidang di komite eksekutif pada Senin malam lalu, maupun dalam seluruh dialog dan rapat sepanjang hari, Selasa kemarin, Indonesia sangat terbuka dan sudah melakukan berbagai kompromi terkait proposal resolusi kemanusiaan yang diusulkan.

Namun, kata dia, delegasi Myanmar terus memarkir bus di depan pintu dialog yang telah dibangun.

Sikap itu menyulitkan AIPA bisa mengambil langkah maju dalam isu ini.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer