Kanal

Remaja Bertanya Soal Seks, Orangtua Jangan Menakut-Nakuti

Ilustrasi remaja dan orangtua - Huffpost

Remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap topik seksualitas dan kesehatan reproduksi.

Namun, mereka sering kesulitan mendapat akses informasi yang benar dan dapat dipercaya karena alasan tabu.

Meski topik seksualitas dianggap tabu untuk dibicarakan, namun kenyataannya banyak orang, termasuk remaja, tetap melakukannya.

"Di Indonesia, seksualitas tabu untuk dibicarakan karena kita enggak mau membicarakan tapi kenyataannya dilakukan," ucap Inez Kristanti, psikolog dari Klinik Angsamerah.

Baca: Agar Tidak Salah Kaprah, Anak Panti Dinsos Ikuti Seminar Seksualitas Remaja

Inez Kristanti mengatakannya saat acara peluncuran kampanye kolaboratif #AkuDewasa oleh Campaign bersama Sensitif Vivo di GoWork, Chubb Square, Thamrin, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Dampaknya, kata Inez, aktivitas seksual yang dilakukan remaja dengan cara yang tidak aman.

Misalnya, melakukan hubungan intim tanpa memeriksakan kesehatan seksualitas atau tidak menggunakan kontrasepsi untuk mencegah infeksi.

Saat ini, kata Inez, orang-orang dewasa cenderung menakut-nakuti para remaja alih-alih memberi penjelasan yang komprehensif soal seksualitas.

Akhirnya remaja mencari informasi lewat sumber yang salah, seperti pornografi di internet atau bertanya pada teman sebaya.

"Padahal, orang dewasa seharusnya memberikan pengarahan bagaimana membuat keputusan seksual dan reprodukai secara bertanggungjawab," tuturnya.

Baca: Ajarkan Seksualitas pada Anak Sejak Dini

Halaman
12
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer