Kanal

Mantan Sekda Depok Nilai Janggal Penetapan Dirinya Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Nangka

Kuasa hukum Sekda Depok Harry Prihanto, Ihsan Rangkuti. - Warta Kota/Budi Sam Law Malau

MANTAN Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto menilai penetapan dirinya menjadi berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, oleh penyidik Polresta Depok, adalah sangat aneh dan janggal.

Sebab Harry mengklaim dirinya tahu benar bahwa penganggaran dan pengucuran dana pembebasan lahan tuk pelebaran Jalan Nangka, Tapos dari APBD Depok tahun 2015 lalu, prosesnya berjalan lancar.

Sehingga semuanya sudah clear dan selesai, atau tak ada masalah sejak saat itu.

Harry dapat memastikannya karena saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Sekda Kota Depok.

Penilaian keanehan dan kejanggalan oleh Harry itu diungkapkan Kuasa Hukumnya Ahmad Ihsan Rangkuti di Mapolresta Depok, Rabu (5/9/2018).

Ihsan menyerahkan surat permintaan penundaan pemeriksaan kepada kliennya Harry Prihanto ke penyidik Polresta Depok, Rabu (5/9/2018).

"Saya baru Selasa 4 September kemarin ditunjuk jadi kuasa hukum beliau. Beliau sempat sampaikan bahwa terkait pelaksanaan anggaran proyek Jalan Nangka tersebut di tahun 2015, sebenarnya sudah clear dan jelas sekali, sehingga tidak ada masalah dan persoalan apapun" kata Ihsan.

Namun kata Ihsan, Harry mengaku tak tahu apa alasan penyidik memposisikan proyek pelebaran Jalan Nangka ini sehingga kepolisian menilai adanya dugaan korupsi yang dilakukan Harry sebagai Sekda Depok saat itu.

"Jadi posisi kasus ini oleh kepolisian seperti apa sesungguhnya, dan kenapa bisa mengarah ke Pak Harry, kita tidak tahu," katanya.

Yang jelas kata Ihsan, Harry menilai ada keanehan dan kejanggalan dengan penetapan status tersangkanya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer