Kanal

Farhat Abbas Sebut Sandiaga Uno Cuma Pemanis, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Kerjanya Cuma Ribut

Pengacara Farhad Abbas seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said Jakarta, Selasa (21/11). Farhat Abbas diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari dalam penyidikan dugaan merintangi proses penyidikan, persidangan dan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan kasus KTP-Elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. - Warta Kota/Henry Lopulalan

ADVOKAT Farhat Abbas menjadi satu dari ratusan juru bicara tim pemenangan pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Farhat Abbas bersama juru bicara lainnya mengikuti pelatihan atau pembekalan strategi pemenangan dari parti politik, yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Sejak ditunjuk sebagai salah satu juru bicara, Farhat Abbas diketahui sering terlibat dalam deklarasi, pernyataan sikap, maupun acara diskusi yang berkaitan dengan pemenangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Baca: Ahmad Dhani Ingin Jual Rumah untuk Modal Politik, Farhat Abbas: Politik Uang Kejahatan Demokrasi

Sesuai arahan Jokowi, para juru bicara termasuk Farhat Abbas tidak akan berkampanye melalui hoaks atau janji-janji manis yang belum terbukti. Akan tetapi, mereka akan berusaha merebut hati rakyat melalui pemaparan dan penerjemahan data, dari keberhasilan pemerintahan Jokowi pada periode pertama.

Menurut Farhat Abbas, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno hanya bermodal janji dan promosi, terutama kepada kaum emak-emak, agar menjadi ramai dan viral di media sosial.

Farhat Abbas juga menyoroti sepak terjang Sandiaga Salahuddin Uno ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, sebelum akhirnya memutuskan mundur karena ingin bertarung di Pilpres 2019.

Baca: Farhat Abbas: Apa Sih Prestasi Sandiaga Uno Sampai Saat Ini?

Menurutnya, kinerja Sandiaga Salahuddin Uno saat menjabat Wagub DKI sama sekali tidak terlihat. Farhat Abbas menilainya hanya sebagai pelengkap dan pemanis semata.

"Mengingatkan kaum emak-emak agar pintar dan cerdas. Hak politik Sandi saat ini dikuasai parpolnya. Mana kesejahteraan emak-emak Jakarta? Emak-emak sudah dapat apa dari Sandi? Jualannya cuma emak-emak yang dijanjiin dan dipromosiinnya biar ramai dan viral doang."

"Mundurnya Sandiaga Uno sebagai Wagub hanya pencitraan saja dan ogah sama jabatannya yang enggak ada wewenang alias macan ompong. Karena Anies lah penguasa tunggal Jakarta. Sandi hanya pendampingnya (pemanis). Mewakili doang kalau rapat atau saat diwawancarai." Tulis Farhat Abbas dalam akun Instagramnya, Rabu (5/9/2018).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah juga tidak luput dari sorotan Farhat Abbas.

Farhat Abbas mengimbau masyarakat Indonesia hati-hati terhadap anggota legislatif yang kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dalam pileg 2019.

"Catatan Kompas, dari 560 anggota DPR saat ini, 511 di antaranya ikut kembali bertarung di Pileg 2019. Hati-hati dengan mereka yang saat ini diberi kepercayaan tapi tidak amanah, terutama dua, Fadli dan Fahri, yang kerjanya ribut-ribut aja bukan kepentingan DPR, tapi kepentingan pribadi dan parpolnya serta capresnya," tutur Farhat Abbas, Selasa (4/9/2018).

Farhat Abbas maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), untuk daerah pemilihan Jawa Barat 6 yang meliputi Kota Depok dan Bekasi. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer