Kanal

Minta UAS Jadi Jurkam Prabowo-Sandi, Ahmad Dhani: Dungu Jika Berpikir Saya Ingin Gantikan Pancasila

TERDAKWA Ahmad Dhani menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018). Ahmad Dhani menjalani sidang dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi terkait kasus ujaran kebencian, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. - Tribunnews.com/Herudin

AHMAD Dhani, salah satu tokoh gerakan #2019GantiPresiden, sempat mendapatkan penolakan dari masyarakat Surabaya pada Minggu (26/8/2018) lalu, saat hendak menggelar deklarasi di Kota Pahlawan.

Deklarasi tersebut akhirnya batal dilaksanakan, karena massa pro dan kontra terlibat dalam kericuhan, hingga akhirnya dibubarkan petugas. Aparat kepolisian setempat dari awal tidak memberi izin deklarasi #2019GantiPresiden ini, karena diprediksi bisa menimbulkan kegaduhan.

Tokoh dan pendukung gerakan "2019GantiPresiden menilai apa yang dilakukan aparat kepolisian dan massa yang menolak adalah tindakan persekusi.

Baca: Sebelum Fariz RM, Polisi Lebih Dahulu Bekuk Pengedar dan Bandar Sabu di Koja

Penolakan tidak hanya dialami oleh Ahmad Dhani, tapi juga tokoh #2019GantiPresiden lainnya seperti Neno Warisman, Sang Alang, dan Mardani Ali Sera. Neno Warisman tertahan dan diadang berjam-jam di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru,  Riau, hingga akhirnya dipulangkan ke Jakarta secara paksa.

Terkait apa yang dialaminya bersama rekan-rekannya itu, musikus Ahmad Dhani berkicau melalui akun Instagramnya pada Senin (3/9/2018).

Ahmad Dhani menegaskan bahwa gerakan #2019GantiPresiden bukan bertujuan mengganti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Baca: Fariz RM Beli Sabu Seminggu Dua Kali, Harga per Gram Rp 1 Juta

"Anda dungu jika berpikir bahwa saya ingin menggantikan dasar negara Pancasila. Anda seorang yang dungu jika berpikir bahwa gerakan 2019GantiPresiden adalah gerakan ingin mengganti sistem Pancasila, dungu sekali. Karena seluruh jajaran TNI tahu siapa saya, tahu warna darah saya, tahu bahwa saya adalah NKRI harga mati," tegas Ahmad Dhani dalam video yang diunggahnya.

ANDA DUNGU JIKA....

Pada unggahan lainnya, Ahmad Dhani juga meminta agar Ustaz Abdul Somad (UAS) bersedia menjadi Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Dimohon kesediaan Ustadz Abdul Somad untuk jadi jurkamnas Prabowo-Sandi supaya tidak ada lagi manusia delusional yang bisa mempersekusi," tulis Ahmad Dhani.

UAS PAS

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, delusi memiliki arti pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer