Kanal

Wakil Sekjen Demokrat Bongkar Dendam Politik Hasto Kristiyanto sehingga Sering Serang SBY-Demokrat

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. - photo collage/wartakotalive.com/tribunnews.com

ANDI Arief, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, meminta Megawati Soekarnoputri menertibkan kadernya.

Menurut Andi Arief, apabila Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati tak bisa menertibkan kadernya, maka akan merusak hubungan dengan Partai Demokrat.

Andi Arief mengatakan, perilaku kader utama PDIP saat ini sudah mengacak-mengacak Partai Demokrat dengan meminta sejumlah kader partai 'berwarna' biru itu bergabung menjadi anggota Tim Jokowi-Amin.

"Partai Demokrat partai besar, kami sudah punya posisi politik dalam Pilpres 2019, tolong Ibu Megawati tertibkan sekjen Hasto agar hubungan Demokrat dan PDI-P tidak makin memanas," ujar Andi Arief di akun twitternya, Kamis (30/8/2018) sekitar 15 menit lalu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Perjuangan adalah Hasto Kristiyanto.

Baca: VIDEO: Tabrak Lari di Jalur Busway, Pengendara Livina Dihajar Ojol. Ternyata Ada Obat Kuat

Menurut Andi Arief, perilaku Sekjen Hasto bukan hanya bikin marah Partai Demokrat tetapi sudah membikin 'eneg'. 

Hasto, kata Andi Arief, bukan hanya pernyataannya saja yang membuat kesal, tetapi juga tindakannya yang ingin membajak kader-kader Demokrat.

"Kalau PDIP gandrung bajak mambajak lebih baik partainya berubah jadi club sepakbola saja. Mumpung Prestasi sepakbola lagi kurang bagus," ujar Andi Arief.

Baca: Pimpinan KPK Mengaku Diusir Saat Tonton Pertandingan Asian Games 2018, Ini Kata Inasgoc

Andi Arief pun membongkar rahasia politik Hasto Kristiyanto dengan Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diduga menjadi pemicu kemarahan Hasto sampai kini.

Menurut Andi Arief, sikap Hasto yang sering membuat marah Partai Demokrat karena dendam namanya tidak masuk dalam daftar calon menteri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2009.

Halaman
123
Penulis: Suprapto

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer