Kanal

Jusuf Kalla: Asian Games 2018 Momen Masyarakat Bersatu, Ibu Mega dan Pak SBY Juga Nonton

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga menyaksikan pertandingan tenis babak klasifikasi Asian Games 2018, antara Thailand versus Indonesia, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Indonesia menang 3-2. - INASGOC

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan momen Asian Games 2018 menjadikan masyarakat bersatu. JK menyebut gelaran pesta olahraga ini membuat pemberitaan menjadi positif.

"Jadi ini momen masyarakat kita bersatu. Dua minggu (hampir penyelenggaraan Asian Games 2018) ini enggak ada lagi berita-berita heboh. Pemerintah kan aman, enggak ada hoaks-hoaks itu, aman. Orang bersatu itu. Enggak ada urusan partainya," ujar JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).

Bahkan, JK menyebut Presiden ke-5 dan ke-6 RI Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, menonton pertandingan meski berbeda waktu.

Baca: Ketua KPK: Banyak Pejabat Minta Tiket Pertandingan ke Panitia Asian Games 2018

SBY beserta keluarga menonton pertandingan Asian Games 2018 pada Minggu 26 Agustus 2018.

Sedangkan Megawati Sukarnoputri, pada Selasa siang menyaksikan laga final bulu tangkis Indonesia di Istora Senayan, Jakarta.

"Ibu Mega nonton, Pak SBY juga nonton, cuma beda waktu aja. Itu kan bagus," kata JK.

JK menuturkan, selama dua minggu penyelenggaraan Asian Games 2018, Indonesia telah sukses sebagai tuan rumah dan sukses dalam hal prestasi.

Baca: Cucu Kedua Lahir di Hari yang Sama, Ini Momen Penting Jokowi saat Rabu Pon

"Sukses di penyelenggaraan, sukses di prestasi. Insyaallah semuanya dicapai," ucap pria asal Sulawesi Selatan ini.

"Satu-satunya yang dikomplain orang (soal) tiket itu. Berarti minat penonton itu, kita tidak kira sebelumnya. Siapa mengira stadion penuh waktu atletik? Biasanya atletik sepi. Kemarin malam penuh untuk melihat atletik, itu jarang terjadi itu. Kalau bulu tangkis oke lah, tapi ini semua penuh, panahan penuh, ini pun di Palembang panjat tebing juga penuh," beber Jusuf Kalla. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer