Kanal

Kurir Anak Buah Ibrahim Hong Kong Selalu Pakai Sabu Setiap Hari, Diupah Rp 80 Juta

Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hong Kong, anggota DPRD Langkat, saat pengungkapan kasusnya, Selasa (21/8/2018). - TRIBUN MEDAN

TIM Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang tersangka sindikat Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hong Kong, anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, tersangka baru bernama Firdaus alias Daus ini diamankan pada Rabu (22/8/2018) pagi di ‎Bandara Aceh.

‎Menurut Arman Depari, saat ditangkap, Daus baru saja tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia. Peran Daus diyakini Arman Depari cukup sentral dalam kasus ini.

Baca: Pernah Bawa 55 Kilogram Sabu dari Malaysia, Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hong Kong Raib Saat Dikejar

"Daus ini suruhan Ibrahim untuk mengantar sabu dengan speed boat dari Pulau Pinang (Penang), Malaysia ke tempat serah terima di tengah laut," ungkap Arman Depari saat dikonfirmasi wartawan.

Jenderal bintang dua ini melanjutkan, ‎Daus berupaya mengelabui petugas dengan membeli tiket pesawat dari Penang tujuan Aceh. Setelah check in dan cap paspor di Imigrasi bandara, ternyata Daus tidak berangkat.

Daus malah keluar bandara dan pergi ke Kuala Lumpur. D‎i Kuala Lumpur, Daus beli tiket pesawat lagi dan berangkat pulang ke Aceh. ‎

Baca: Mahfud MD: Di Indonesia Tikus Lebih Besar daripada Kucing

"Petugas BNN sudah siap menangkap yang bersangkutan ketika turun dari pesawat. Setelah ditangkap, Daus langsung diterbangkan ke Medan, Sumatera Utara," jelasnya.

Ketika anak buahnya hendak melakukan tes urine, Daus membuat pengakuan mengejutkan. Daus mengatakan tidak perlu dites, karena pasti urinenya positif, karena dia menggunakan sabu setiap hari, terutama jika melaut.‎

Arman Depari ‎menambahkan, berdasar keterangan Daus, dia mengaku sudah empat kali mengantar sabu ke tengah laut dan diupah Rp 80 juta.‎ (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer