Kanal

Terus Diperkenalkan ke Sekolah-Sekolah, DBL Lebih ke Sportaintment

SUASANA opening party Honda DBL East Java Series 2016 - North Region di DBL Arena. - Zetizen Team/Hafidz Wahyu

PARA peserta didik tingkat SMP serta SMA Santo Kristoforus Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diperkenalkan olahraga basket, lewat program DBL (Developmental Basketball League), Senin (20/8/2018), siang.

Aya Wassono selaku Project Officer DBL Indonesia mengatakan jika program ini lebih ke Sportaintment.

"Jadi, program DBL ini memang lebih mengarah ke Sportaintment. Sebab, selain ada sport-nya, yaitu basket, juga ada entertaintment-nya, yaitu dance. Jadi ya Full Package," ucap Aya di lokasi acara.

Aya mengatakan kembali, perkenalan DBL ini sekaligus persiapan SMA Santo Kristoforus 1 untuk bertanding dengan sekolah lainnnya. Terhitung 24 tim lewat program DBL yang nantinya bakal berkompetisi.

"Total ada 24 tim di mana masing-masing sekolah terdiri dari regu wanita dan pria. Sedang targetnya adalah 32 tim atau 32 sekolah akan berkompetisi di DBL ini," ungkapnya.

Menurut Aya, perkembangan peserta didik kini di sekolah-sekolah di Jakarta dalam mengenali DBL, terbilang signifikan. Namun ada beberapa sekolah yang baru ingin ikut dalam kompetisi DBL ini.

"Setidaknya, DBL ini memperkenalkan ke semua sekolah karena banyak yang tak tahu, apa sih itu DBL. Hanya, ada beberapa sekolah lain yang ekskul basketnya ternama terpantau sudah memahami kompetisi DBL," katanya. 

Developmental Basketball League (DBL) sebelumnya bernama DetEksi Basketball League, adalah sebuah kompetisi liga bola basket pelajar SMP dan SMA terbesar di Indonesia. Liga ini dimulai pada tahun 2004 di Surabaya masih di bawah naungan DetEksi.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota

Remaja 18 Tahun Cekik Ibu hingga Tewas lalu Perkosa Mayatnya, Tepergok sang Nenek

Berita Populer