Kanal

Taufik Nilai Peraturan KPU Soal Larangan Mantan Napi Koruptor Jadi Caleg Langgar Undang-undang

Mohammad Taufik mendatangi Kantor Bawaslu DKI Jakarta di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/8/2018). - WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN

ANGGOTA Partai Gerindra Mohammad Taufik mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, di Jalan Danau Agung, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/8/2018).

Kedatangan Taufik tersebut untuk melakukan proses mediasi sengketa pemilu antara dirinya dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, perihal larangan mantan napi koruptor menjadi caleg.

“Ada aturan yang menurut pandangan kami melanggar UU, artinya melanggar induknya gitu loh. Ini kalau semua institusi seperti ini, KPU bikin aturan sendiri-sendiri, kacau ini negara,” katanya.

Baca: Pergoki Suami Selingkuh, Istri Babak Belur

“Karenanya pada pagi ini Bawaslu saya kira sesuai dengan ketentuannya, melakukan mediasi dengan KPU. Kemudian mediasi itu akan dilanjutkan pada Hari Senin (20/8/2018),” sambung Taufik.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, kedua belah pihak menyampaikan pandangannya masing-masing. Menurut Taufik, perwakilan KPU DKI Jakarta bersikukuh dengan keputusan atasannya.

“Kalau saya mengatakan bahwa pembuatan KPU dengan membuat saya TMS (Tidak Memenuhi Syarat) menurut saya melanggar UU. KPU berpegang pada PKPU, justru PKPU-nya itu yang melanggar UU itu loh,” paparnya.

Baca: Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Pulau Pari, Terdakwa Mengaku Tak Terima Somasi

“Ya dia, KPU berpegang karena ini dari atasan dia, dia mau konsultasi dulu ke atasan soal gugatannya. Silakan konsultasikan,” tambahnya.

KPU DKI Jakarta tidak memasukkan nama Mohammad Taufik karena statusnya sebagai mantan narapidana korupsi. Larangan bagi mantan koruptor untuk menjadi caleg tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer