Kanal

Rizal Ramli Dukung Sebutan Economy Indonesia Stupid

Rizal Ramli dan Anwar Ibrahim bertemu di Jakarta. - Warta Kota

DEFISITNYA neraca perdagangan Indonesia yang mencapai 2,03 miliar dolar AS pada Juli 2018 dinilai Rizal Ramli merupakan kemunduran.

Dirinya pun setuju dengan sebutan economy stupid yang disematkan sebuah portal internasional, The Economist pada Rabu (15/8/2018).

Dukungan itu dibuktikannya lewat status twitternya @RamliRizal pada Kamis (16/8/2018).

Bahkan dirinya menyebut fenomena Pilpres 2019 yang terjadi saat ini serupa dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat, antara Bill Clinton dengan George HW Bush pada tahun 1992 silam.

"Economist : “It’s the economy, stupid: Indonesia” .. wah2 keras. Nyaris sama dgn tagline utama Clinton untuk mengalahkan Bush Jr," tulis Rizal Ramli.

Pernyataannya bukan tanpa sebab, sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit hingga mencapai 2,03 miliar dolar AS.

Pasalnya, besaran ekspor Indonesia sebesar 16,24 miliar dolar AS atau tumbuh 19,33 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) tidak sebanding dengan impor sebesar 31,56 persen YoY atau 18,27 miliar dolar AS.

"Wong Mentri Perdagangan doyan banget impor,, operasi sedot rente. Kelebihan impor garam 1,5 juta ton, gula 2 juta ton, beras, bawang putih dll. Petani sebel. Mas Jokowi @jokowi bertindak dong. Tlg ngomong sama Bang Surya untuk ganti Enggar," tulis Rizal Ramli lagi. (https://t.co/9VUIzPeQhx)

Sementara, dalam artikel The Economist, Presiden Joko Widodo menyebut perekonomian terbesar di Asia Tenggara tumbuh dengan laju tercepat dalam lima tahun dan tingkat kemiskinan telah jatuh ke satu digit untuk pertama kalinya.

Namun, bertolak belakang, kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali turun sebesar 7 persen sepanjang tahun 2018.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer