Kanal

Produsen Sepatu Plastik Crocs Tutup Pabrik Terakhirnya

20131230_crocs_sandal - Kompas.com

Crocs mengumumkan penutupan dua pabriknya di Italia dan Meksiko Rabu (8/8/2018). Pengumuman tersebut sempat memicu kepanikan kecil di kalangan penggemar sepatu plastik warna-warninya karena kedua pabrik tersebut merupakan pabrik terakhir milik Crocs.

Namun seperti dilansir CBSNews, pembuat alas kaki warna warni itu masih terus memproduksi di pabrik-pabrik outsourcing.

Dalam pernyataannya Crocs menegaskan, langkah penutupan pabrik dan beberapa tokonya tersebut merupakan upaya untuk memangkas biaya dan mendorong pendapatan perusahaan.

“Di sini, beberapa laporan media mengatakan bahwa Crocs berhenti produksi di pabrik milik kami. Meskipun benar, beberapa pihak telah menginterpretasikan bahwa Crocs tidak akan lagi membuat dan menjual sepatu.

Sebaliknya, Crocs akan terus berinovasi, merancang dan memproduksi sepatu paling nyaman di planet ini,” sebut juru bicara Crocs dalam pernyataan yang dirilis Kamis (9/8/2018) sore waktu setempat itu.

“Ketika kami merampingkan bisnis untuk lebih meningkatkan pendapatan Crocs, kami hanya mengalihkan produksi ke pihak ketiga untuk meningkatkan kapasitas produksi kami," lanjutnya,

Analis CL King & Associates Steven Marotta mengatakan, pabrik-pabrik yang ditutup tersebut memproduksi kurang dari 10 persen dari produk Crocs. "Rantai suplai mereka sangat kuat," kata Steven.

"Jumlah [sepatu] yang sangat sedikit itu dapat dengan mudah diserap melalui rantai pasokan,” tambahnya. Outsourcing telah menjadi strategi bisnis yang umum dilakukan untuk perusahaan pakaian sejak tahun 1980-an.

Analis untuk Susquehanna Financial Group Sam Poser mengungkapkan, untuk Crocs, outsourcing dapat mempermudah untuk mengubah lini produk mereka dan lebih mengetahui permintaan yang diinginkan pelanggan.

Dia pun membandingkan dengan perusahaan alas kaki terkemuka lainnya seperti Nike, yang menurutnya tidak memiliki pabrik sendiri. Tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan ini memiliki pabrik.

Bukan itu yang mereka lakukan,” kata Sam. Rencana Crocs mengenai hal ini yang dimulai pada tahun 2014 yang melibatkan penutupan beberapa toko dan lebih berfokus pada penjualan online. Perusahaan menutup sekitar 160 toko selama setahun terakhir, katanya dalam presentasi baru-baru ini kepada investor.

Sementara Wall Street merespons positif langkah Crocs tersebut. Saham Crocs yang tahun ini telah naik 49 persen, kembali melambung pada perdagangan Kamis. Nilai saham Crocs yang sempat terpuruk ke posisi terendah di 6,23 dollar AS pada April 2017 lalu, saat ini telah naik 3 kali lipat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Crocs Menutup 2 Pabrik Terakhir Miliknya",

Penulis : Putri Syifa Nurfadilah
Editor : Erlangga Djumena

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer