Kanal

13 Kelompok Tani Upayakan Konservasi DAS Rejoso

Gerakan #RejosoKita telah berhasil melibatkan 13 kelompok tani, terdiri dari 174 petani dengan total lahan seluas 106,6 hektare di 7 desa di Pasuruan Jawa Timur. Tampak Director Sustainable Development Danone Aqua Karyanto Wibowo, MC, dan Dr Gunawan Wibisono. - Warta Kota/Lilis Setyaningsih

REBOISASI atau penanaman kembali pohon kerap dianggap sebagai solusi konservasi lahan untuk memyimpan air. Sayangnya, upaya tersebut tidak sesingkat menebang pohonnya. Reboisasi membutuhkan waktu yang panjang.

"Reboisasi upaya yang lama. Menunggu tumbuh perlu puluhan tahun. Selama 15 tahun saja diameter belum sampai 30 cm," ujar Dr Gunawan Wibisono, ahli hidrologi Universitas Merdeka Malang saat bincang sore Danone-Aqua di Bakoel Koffie, Kamis (9/8/2018).

Ia menyarankan, cara yang 'lebih singkat' dengan menahan air lebih lama di dalam tanah dengan pembentukan sumur buatan, embung, dan bendungan kecil.

Hal ini digunakan untuk mempercepat masuknya air hujan ke dalam tanah. Sehingga air tanah menjadi terparkir lebih lama.

Apalagi, DAS di beberapa tempat di Indonesia memikul beban amat berat, sehubungan dengan tingkat kepadatan penduduknya yang semakin tinggi.

Hal itu terlihat dari DAS yang semakin menurun, meningkatnya kejadian tanah longsor, erosi dan sedimentasi, banjir, dan kekeringan. Di sisi lain, DAS memiliki fungsi yang sangat strategis dalam menunjang sistem kehidupan, baik masyarakat di bagian hulu maupun hilir.

Dalam buku panduan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) yang dikeluarkan USAID (United States Agency for International Development) dan Pemerintah Indonesia (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Bappenas) disebutkan, bahwa laju pertambahan penduduk dan percepatan pembangunan di berbagai kawasan di Indonesia, tidak berbanding lurus dengan ketersediaan sumberdaya air, terutama air bersih.

Salah satu upaya mengembalikan fungsi strategis DAS adalah melalui model pengelolaan terpadu multipihak yang melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM), universitas, pihak swasta, pemerintah dan masyarakat lokal.

Pengelolaan DAS terpadu harus dilakukan secara menyeluruh mulai keterpaduan kebijakan, penentuan sasaran dan tujuan, rencana kegiatan, implementasi program yang telah direncanakan, serta monitoring dan evaluasi hasil kegiatan secara terpadu.

Pengelolaan DAS terpadu, selain mempertimbangkan faktor biofisik dari hulu sampai hilir, juga perlu mempertimbangkan faktor sosial-ekonomi, kelembagaan, dan hukum.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer