Kanal

Sandiaga Uno Khawatir Long March Buruh KSPI Antar Prabowo Subianto ke KPU Rusak Tanaman

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (6/8/2018). - WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI

WAKIL Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno khawatir rencana long march para buruh bsia berakibat rusaknya tanaman-tanaman di sejumlah lokasi di DKI Jakarta.

"Nah, itu yang saya khawatirkan," kata Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Sebab, persatuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana mengantarkan Prabowo Subianto mendaftar sebagai calon presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 10 Agustus 2018.

Baca: Bertemu Jokowi, Wali Kota Se-Indonesia Minta Naik Gaji

"Jangan digunakan. Kesempatan untuk Asian Games ini kita fokuskan supaya ketertiban dan keamanan, tentunya kita ingin merangkul teman-teman buruh ini, aspirasinya kita bisa terima di sini, enggak usah pake long march gitu," tutur Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno khawatir massa long march yang diperkirakan sekitar 20 ribu buruh, dapat merusak beautifikasi dalam rangka Asian Games 2018 yang telah selesai dikerjakan, seperti rumput yang terinjak-injak, serta rusak dan kotornya trotoar di sejumlah titik vital.

Sebelumnya, pada Minggu (6/7/2018) lalu, 50 anggota KSPI mulai melakukan long march dari Surabaya hingga Jakarta, demi mengantar Ketua Umum Partai Gerindra itu ke KPU.

Baca: Antisipasi Keracunan saat Asian Games 2018, Restoran di Jakarta Bakal Diberikan Stiker Aman Saji

"Kami tidak mengantar ke dalam kantor karena kan aturannya sudah jelas. Kami akan mengantar mendekati gedung saja," ucap Presiden KSPI Said Iqbal.

Pemberitahuan terkait rencana aksi ini juga telah disampaikan ke pihak Polda Metro Jaya, dan dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

"Kami sudah terima pemberitahuannya. Sekarang sedang kami cek dan ricek," jelas Argo Yuwono. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer