Kanal

Bisa Mengeja Luzhniki Itu Sejarah

Dahlan Dahi diantara para suporter yang menyaksikan laga final di Stadion Luzhniki, Kota Moskow, tepatnya di jalan Luzhniki No 24, Moskva. - Istimewa

On The Spot Dahlan Dahi dari Moskow

MENONTON langsung laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, adalah peristiwa sejarah. Setidaknya bagi sekitar 81 ribu, penonton dari sekitar 87 negara yang datang. 

Bisa mengeja kata Luzhiniki dalam tulisan asli dan di dalam stadion saja juga sebuah sejarah. Stadion Luzhniki berada di pusat Kota Moskow, tepatnya di jalan Luzhniki No 24, Moskva.

Lokasinya tepat di kelokan utama sungai yang membelah Kremlin dan kawasan perdagangan serta perkantoran negara eks Uni Soviet ini.

Jalan akses ke stadion ini sangat lebar. Bayangkan run way pesawat di Indonesia. Begitu kira-kira ukurannya.

Mulai dipergunakan tahun 1956, atau 62 tahun lalu, dan konon pernah jadi tempat pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno, beberapa bulan setelah peresmiannya.

Inilah kenapa bentuk dan konstruksinya mirip dengan stadion GBK Senayan Jakarta. Sepulang dari negeri pencetus Komunisme itu, Soekarno menggagas stadion Senayan.

Konon arsitek dan konsultannya belajar dari Soviet. Februari 1960, Stadion GBK Senayan resmi digunakan.
Jika Luzhniki berkapasitas 81 ribu, maka Senayan bisa menamoung 76 ribu.

Agustus 2018 nanti, GBK Senayan jadi venue pembukaan Asia Games. Moscow dengan Jakarta memiliki perbedaan waktu empat jam. Moscow empat jam lebih lambat. 

Sebelum ke Stadion, bersama rombongan smartphone VIVO, kami dibawa ke Kremlin, Lapangan Merah, sekaligus simbol pemerintahan Rusia.

Halaman
123
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Tribunnews

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer