Kanal

Masih Perlukah Label Halal?

Ilustrasi Halal - MUI

PALMERAH, WARTA KOTA- Bisnis kuliner sedang berkembang sekarang ini. Didukung oleh perkembangan media sosial yang pesat. Kita dapat menemukan tempat makan dengan mudah melalui media sosial misalnya via google.

Di lain pihak, pemilik tempat makan dapat dengan mudah mengiklankan usahanya melalui internet dengan cara memviralkan testimoni maupun foto pelanggan yang berkunjung. Tapi apakah Anda yakin makanan yang disajikan halal.

Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Indonesia pada tahun 2010 mencapai 237 juta jiwa. Lembaga itu juga memproyeksikan tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai 271 juta jiwa. Jumlah tersebut merupakan pasar yang besar bagi industri makanan.

Apalagi, Indonesia lebih dari 80 persen penduduknya adalah muslim.

Tempat makan saja berdesakan mulai tenda pinggir jalan, warung makan, dan restoran. Bagi muslim memakan makanan yang halal merupakan kewajiban. Kehalalan makanan merupakan hal yang penting.

Pembeli yang cerdas selalu mencari informasi sebelum membeli, lewat berbagai cara, misal tanya teman, searching di internet sampai medsos. Mereka mencari tahu produk yang akan dibeli, lokasi, kandungan, suasana, sampai testimoni pengguna dalam spot foto instagramable.

Namun sangat sedikit yang peduli tentang kehalalan makanan. Seolah-olah barang yang pada dasarnya halal kemudian otomatis halal untuk dimakan.

Padahal kehalalan bukan hanya dilihat berdasarkan barangnya namun juga proses penyajiannya. Contohnya ayam. Ayam merupakan barang yang halal tapi proses penyembelihannya harus sesuai syariat islam agar halal untuk dimakan.

Ketidakpedulian tentang kehalalan makanan bukan semata-mata kesalahan masyarakat. Penjual seharusnya memberikan informasi yang lengkap tentang produknya jika dalam hal ini makanan, penjual harus menginformasikan kandungan, proses pengolahan termasuk informasi halal.

Selain itu, terlalu banyaknya makanan dan waktu yang mendesak membuat pembeli tidak sempat untuk mencari informasi.

Halaman
123
Editor: Tri Broto

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer