Kanal

Pengemudi Taksi Online Protes Peraturan Menhub RI

Sejumlah mobil anggota driver online berjajar di Parkir Timur Senayan terkait rencana mereka unjuk rasa menolak Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Pengaturan Angkutan Umum Berbasis Aplikasi. - Warta Kota/Dwi Rizki

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK-Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 32 Tahun 2016, mengharuskan transportasi online dilengkapi Surat Izin Mengemudi (SIM), KIR dan Surat Tanda Nomor Kendaraan bermotor (STNK). Ini yang diprotes para pengemudi taksi online di Jakarta.

Tidak hanya kelengkapan KIR, SIM, dan STNK, para pengemudi bahkan mengeluhkan rencana pemerintah menaikkan tarif.

‎"So far sih, gue dan rekan-rekan driver tempat gue kerja ini belum ada persiapan kok terkait peraturan yang baru‎ aneh ini. Narik mah, ya narik aja lah," tutur Becks (25), salah satu pengemudi taksi online yang ditemui Warta Kota, Rabu (22/3/2017).

Soal KIR, warga Kota Bekasi ini mengkritik lambannya kinerja petugas KIR di‎ Pulo Gebang, Jakarta Timur.

"Mau (Pemeirntah) urusin KIR? Proses urusin KIR juga lelet kok di Pulo Gebang sana kan antriannya udah kayak apaan tau. Harusnya dari pihak Dishubtrans DKI membantu bikin kolektif dong. Jadi setiap taksi online diberikan slot," ucap Becks.

Terkait SIM, pria berkepala plontos ini mengatakan pengurusannya juga tidak gampang.

"SIM prosesnya pun juga tidak mudah, sebab banyak yang belum tahu betul syarat, serta uji testnya bagaimana untuk kami pengemudi taksi online. Bahkan STNK kami itu malah mau dibuat berbadan hukum atau awalnya milik pribadi ya malah harus balik nama atas nama perusahaan. ini enggak setuju saya. Sebab masa iya sih STNK mobil pribadi saya ini harus dibalik nama jadi nama perusahaan. Ya, enggak lucu dong," katanya.

Rencana pemerintah menaikkan tarif‎ transportasi online hanya membuat Becks ini geleng geleng kepala.

"‎Dari segi driver (Pengemudi) jelas menguntungkan. Tapi, bisa menjadi boomerang ke kami juga. Tarif itu ditentukan oleh masing-masing daerah. Setiap daerah itu kan melihat pertumbuhan ekonominya berbeda-beda kan. Apakah itu mungkin daerah yang maju seperti kota-kota besar, untuk tetap menetapkan tarif yang dinilai oke banget? Di daerah yang masih tertinggal atau rendah pertumbuhan ekonomi itu, harus diberikan tarif berapa? Kan kasihan penumpang saya," tutur Becks saat mengemudikan mobilnya bermerk Daihatsu Xenia Silver.

Ribet Balik Nama STNK

Sementara itu, pengemudi taksi online lainnya yang akrab disapa Ray (30), menuturkan kekecewaannya perihal peraturan Menhub RI. Saat ditemui Warta Kota di Kawasan Kelapa Gading, ia mengatakan terkait tarif akan dinaikkan pemerintah dan perihal balik nama STNK mobil pribadinya ya nantinya akan dirubah menjadi nama perusahaan.

‎"STNK itu katanya harus balik nama atas nama perusahaan kan? Ini sih sama saja membunuh banyak driver. Sebab ya sekarang perusahaan mana yang mau dipinjam namanya, hanya untuk balik nama, leasing pun, mana mau ganti atau balik nama STNK saya pribadi jadi nama perusahaan," kata Ray.

Ia juga menambahkan, sikap protesnya terhadap Menhub RI mengenai tarik transportasi online yang dinaikkan. Ray mengatakan, tidak akan laku lagi di mata masyarakat.

"Segi driver sih jelas menguntungkan tetapi bisa saja kami bisa enggak laku lagi," singkatnya.

Ia juga menanggapi perihal KIR. Ia justru setuju lantaran di taksi online, setiap kendaraannya harus teruji KIR.

"Untuk KIR menurut saya sih ya sudah pas jikalau di semua Takol (Taksi Online) diwajibkan KIR. Kan, menyangkut juga sisi keselamatan saya dan penumpang saya, kelayakannya mobil saya dan lain-lain. Lalu soal SIM jika saat ini ya SIM A saya masih berlaku kan dan enggak perlu ganti jadi SIM B1 ya. Kecuali masa berlaku sudah habis. Sebenarnya, gue sih setuju ganti SIM B1 apabila ditarik ke peraturan, mengenai lalu lintas. Di peraturan itu dijelaskan mengapa harus SIM B1 yaitu mempunyai keahlian khusus dalam mengemudi," paparnya.‎ 

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer