Kanal

Kemenhub Bakal Tertibkan Transportasi Online, Ini Curhatan Sopir Taksi Online

Ilustrasi - Warta Kota

WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK - Adanya Peraturan dari Menteri Perhubungan (Menhub) RI Nomor 32 Tahun 2016, perihal seluruh transportasi online bakalan ditertibkan pada Sabtu (1/4/2017) mendatang, mengenai kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM), KIR dan Surat Tanda Nomor Kendaraan bermotor (STNK) membuat para pengemudi taksi online di DKI Jakarta, merasa keberatan.

Tidak hanya memeriksakan kelengkapan KIR, SIM, dan STNK, para pengemudi bahkan mengeluh akan rencana pemerintah menaikkan tarif.

Rasa keberatan ini diungkapkan salah seorang pengemudi taksi‎ online yang akrab disapa Becks (25). Warga di Bekasi ini saat ditemui Warta Kota, Rabu (22/3/2017), mengakui, apabila merasa keberatan akan peraturan yang disebutnya aneh dan terlihat memaksa.

"‎Kalau gue dan kawan-kawan agak keberatan di STNK-nya itu nantinya atas nama badan hukum. Undang-undangnya ini yang mewajibkan STNK harus berbadan hukum, artinya orang-orang penganguran atau siapa saja sudah tidak bisa lagi jadi driver (Pengemudi Online), sebab ya sudah masuk ke ranah korporasi," kata Becks yang sudah bekerja selaku pengemudi taksi online selama setahun tersebut.

Ia mengatakan, di tempat Becks bekerja saat ini, diketahui mempermudah semua orang, untuk bisa menjadi seorang‎ pengemudi transportasi online.

‎"Pada intinya di tempat saya bekerja sekarang ini, disebut dipermudahkan sekali bagi siapa saja bisa jadi driver, serta penghasilannya pun ada. Konsep awalnya everyone can be a driver, and private driver dengan harga yang ekonomis," ucapnya.

Mengenai KIR, Becks mengaku setuju. Ia hanya merasakan keanehan terhadap pihak Menhub RI, soal bagaimana cara pemerintah memudahkan seluruh pengemudi mengklaim kerusakan terhadap kendaraannya.

‎"Kalau soal KIR gue sih setuju-setuju saja kok. Anehnya sih, ada lah pihak asuransi yang enggak mau menanggungkan biaya atau mengklaim kerusakan, akibat mobil yang sudah di KIR. Nah, Itu yang bakalan jadi Pekerjaan Rumah (PR), si pemerintah ini. Harusnya ini bisa diatur juga mengenai KIR dan asuransi ini. Selain itu juga soal masalah tarif akan naik oleh aturan pemerintah, ya gue pun enggak bisa komentar banyak. Soalnya ini belum jelas. Sebab ya dari pihak online taksi ini juga banyak yang nolak soal itu," katanya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer