Kanal

Pedagang Sate Taichan Terlunta-lunta Akibat Diskusi Mengalami Deadlock

Dedi Arif Darsono - Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di gerbang Plaza Barat Gelora Bung Karno (GBK), Jalan Asia Afrika, terlunta-lunta akibat tidak ada kesepakatan perihal lokasi berdagang.

Menanggapi hal tersebut, Camat Tanah Abang, Dedi Arif Darsono, mengakui terjadi deadlock karena diskusi pembicaraan terkait lokasi tidak menemui kesepakatan antara pihak Kecamatan Tanah Abang dan pengelola kawasan GBK.

"Maunya saya, mereka (pedagang) dipindahkan di seberangnya saja. Saya usulkan untuk memakai area trotoar. Kan gak masalah karena mereka malam hari saja berjualannya," kata Dedi saat ditemui Warta Kota, di Jalan Bendungan Walahar, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017).

Dedi sempat melarang para pedagang untuk berjualan pada tanggal 9,10 dan 11 Januari silam. Hal tersebut dilakukan karena pihaknya sedang berdialog dengan pihak GBK.

Trotoar sepanjang kurang lebih 5 meter dinilai Dedi cukup untuk menampung gerobak beserta lahan bagi pengunjung. Namun, pihak pengelola kawasan GBK tidak menginkan hal tersebut.

"Dua meter bisa untuk gerobak, 3 meter lahan untuk pengunjung. Saya rasa cukup. Tapi pihak GBK yang gak mau. Mereka maunya pkl beserta pengunjung di area pinggir jalan. Terlalu berbahaya, kasihan pedagangnya. Kalau mereka keserempet terus kecelakaan bagaimana?" tutur Dedi.

Area yang terkenal dengan kuliner Sate Taichan itu, sambung Dedi, direncanakan untuk dibenahi menyambut pagelaran Asean Games 2017 yang akan digelar di Jakarta.

Untuk saat ini, para pedagang kembali berjualan di pinggir Jalan Asia Afrika. Pihak Kecamatan Tanah Abang masih akan membicarakan hal tersebut kepada pihak pengelola.

"Masih terus kami upayakan. Agak sulit karena penyedia lokasi memang di ada tangan mereka (pengelola GBK)," ujarnya.

Sebelumnya, kawasan di gerbang Plaza Barat Gelora Bung Karno (GBK) dijadikan lokasi berdagang yang direstui oleh pihak Wali Kota Jakarta Pusat bagi 70 pedagang kaki lima (PKL), Sabtu (10/12/2017) silam.

Mangara Pardede selaku Walikota Jakarta Pusat menempatka para pedagang di kawasan itu karena prihatin melihat kesemrawutan trotoar di sekitar GBK yang sebelumnya sering kali dipakai untuk lokasi berdagang. Namun kini, para pedagang kembali berjualan di pinggir trotoar. (Rangga Baskoro)

Editor: Hertanto Soebijoto

Hasil Final Polling Mata Najwa di 3 Sosmed, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Berita Populer