Kanal

Satpol PP Beringas Terhadap PKL, Wagub DKI Kesal

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, ikut menyaksikan penertiban pedagang kaki lima di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Beos, Jakarta Barat, Selasa (25/10) siang. - Warta Kota/Bintang Pradewo

WARTA KOTA, TAMANSARI - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyesalkan tindakan kasar dan anarkis dari puluhan personal Satuan Polisi (Satpol) PP DKI saat melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Stasiun Jakarta Kota (Beos), Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (25/10/2016).

Dia mengaku tidak mengira kericuhan akan terjadi saat penertiban PKL.

"Saya datang kesana, saya melihat kejadian itu. Berarti penertibannya enggak benar. Dan ini sangat disayangkan bisa terjadi," kata Djarot di Posko Pemenangan Basuki-Djarot (Badja) di Jalan Borobudur No. 18, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).

Cara penertiban yang dilakukan Satpol PP, kata dia, sangat tidak benar. Karena menimbulkan kericuhan dengan PKL. Padahal waktu penertiban pertama kali dilakukan, dapat berjalan lancar dan baik. Tanpa ada aksi tindakan kekerasan antara Satpol PP dan PKL.

"Waktu penertiban yang pertama kan bagus ya. Saya datang, saya ajak dialog kan bagus ya. Makanya on the spot saya tahu, bahwa cara-cara seperti itu enggak benar," tutur dia. 

Akan tetapi, dia tidak menyalahkan sepenuhnya Satpol PP DKI. Ia juga menyatakan PKL yang menduduki lahan milik PT KAI juga salah. Namun semuanya bisa diselesaikan dengan damai melalui jalan dialog.

"Termasuk juga mereka yang berulang kali berdagang disitu. Itu bisa pakai dialog. Saya sampaikan bahwa tidak boleh barang-barang mereka dirusak. Tetap kita harus kuat-kuatan dengan mereka untuk kasih penyadaran, berkali-berkali seperti itu," ucapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer