Kanal

Usai UN, Pelajar SMK Melakukan Aksi Tawuran di Perempatan Gandaria

Tawuran pelajar di Gandaria - Warta Kota/Bintang Pradewo

WARTA KOTA, KEBAYORANBARU - Usai Ujian Nasional (UN), puluhan pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan melakukan konvoi tanpa menggunakan atribut berkendara yang lengkap. Selain melakukan konvoi, pelajar yang melakukan aksi coret-coret menyerang para pelajar yang sedang melintas di perempatan traffic light (TL) Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/4) sore.

Aksi urakan para pelajar yang konvoi itu sudah terlihat di Kebayoran Lama atau tepatnya di depan Polsek Kebayoran Lama. Puluhan motor yang ditunggangi dua sampai tiga orang itu membawa bendera berwarna hitam dan putih pertanda sekolah mereka.

Konvoi itu menganggu para pengendara yang melintasi di kawasan tersebut. Usai dari Kebayoran, rombongan yang kebut-kebutan itu langsung menuju ke daerah Gandaria. Dengan mengeber-geberkan kendaraan roda duanya, para pelajar itu terlihat sangat urakan.

Ketika berada di perempatan traffic light (TL) Gandaria, pelajar dari SMK di wilayah Pesanggrahan itu bertemu dengan para pelajar dari SMK 29 Jakarta atau lebih dikenal SMK Kapal. Padahal, pelajar SMK 29 memakai jaket dan tidak dikenali sebagai pelajar.

Namun, mereka sudah mencirikan para pelajar SMK 29 yang mengguanakan celana berwarna biru dongker dan bersepatu pantofel itu. Berawal dari aksi teriak-teriakan, tawuran pelajar pun tak terhindarkan. Pelajar yang membawa bendera dan peci berwarna merah itu langsung berteriak untuk memancing pelajar SMK 29 agar tawuran.

"Maju luh sini, temen-temen jangan ada yang mundur. Kita gempur aja mereka," ucap pelajar yang pakaian putih abu-abu itu sudah dicorat-coret itu.

Melihat kondisi itu, pelajar SMK 29 yang masih mengendarai kendaraan roda dua pun kalang kabut. Dua siswi SMK 29 pun sempat terjatuh dari motor karena panik diserang oleh mereka. Tak hanya itu, puluhan pelajar SMK 29 yang berada di sekitar lokasi membantu temannya dan memilih untuk mundur.

Padahal, kendaraan roda dua yang dinaiki oleh pelajar SMK 29 sudah dirusak oleh mereka. Kondisi tegang itu sempat membuat arus lalu lintas menjadi macet parah. Karena kendaraan yang terjatuh dan berserakan di jalanan. Ada beberapa pelajar dari SMK Pesanggrahan yang membawa senjata tajam seperti klewang dan parang. Mereka memang sudah siap-siap untuk melakukan aksi tawuran.

Aksi itu terjadi sekitar 15 menit. Karena warga sekitar yang melihat aksi tawuran langsung berusaha membubarkan para pelajar itu. Dengan membawa tongkat, warga dan satpam yang berada di lokasi mengusir mereka. Pelajar yang takut langsung lari tunggang langang dengan membawa kendaraaan roda dua mereka.

Aji (45) seorang satpam yang merupakan saksi mata mengatakan aksi tawuran di traffic light Gandaria memang kerap terjadi. Menurutnya, karena tidak ada polisi yang berjaga di lokasi tersebut membuat pelajar memilih lokasi tersebut untuk tawuran.

Halaman
12
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer