Kanal

Satpol PP Lakukan Gerilya Sisir PKL Pasar Grogol Utara

Petugas saat menertibkan bangunan atau lapak PKL di Kembangan, Jumat (29/1/2016). - Warta Kota/Andika Panduwinata

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA - Maraknya pedagang kaki lima di dekat Pasar Grogol Utara menuju Palmerah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2016) malam membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja secara gerilya (malam hari). Karena keberadaan ratusan pedagang itu sudah meresahkan dan membuat kemacetan yang terjadi di wilayah tersebut.

Sebanyak 60 personel Satpol PP dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dan 25 personel PPSU dikerahkan dalam operasi penertiban itu. Tak hanya itu, anggota dari Polsek Kebayoran Lama ikut membackup proses operasi penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP.

Razia PKL yang kebanyakan berjualan buah-buahan dan sayur mayur berlangsung selama dua kali. Penertiban pertama dilaksanakan pada pukul 21.00 sampai 22.00. Karena masih banyak pedagang yang kucing-kucingan maka Satpol PP kembali melaksanakan penertiban pada pukul 23.00 sampai Selasa (2/2/2016) dini hari.

Para pedagang tak terima karena barang dan lapak dagangannya dibawa oleh anggota Satpol PP. Mereka berteriak dan meminta agar Satpol PP tidak membawa barang-barangnya.

"Pak jangan bawa barang-barang saya. Tolong pak, saya nggak akan mengulangi lagi," teriak Diah (40) salah seorang pedagang tomat di Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2016).

Menurutnya, untuk menghidup keluarganya dia harus berjualan di jalanan. Seharusnya pemerintah memberikan solusi dan jangan hanya menertibkan para PKL yang berjualan. "Kami ini masyarakat kecil pak. Tolong dong dibina. Kami juga bayar pajak pak," tutur wanita berambut panjang itu.

Lima truk

Kasatgaspol PP Kebayoran Lama, Asromadian AB mengaku tak segan-segan menindak PKL yang berjualan di badan jalan dan trotoar. Karena pihaknya melaksanakan tugas untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum.

"Barang dagangan dan lapak pedagang buah seperti tomat dan buah-buahan lainnya kita angkut. Ada sekitar5 truk penuh," ucap Asromadian.

Menurutnya, selain PKL pihaknya juga menertibkan dua lapak tukang tambal yang dibangun semi permanen ikut dibongkar petugas. Karena memang keberadaanya berada di trotoar.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer