Kanal

Daud Yordan Ubah Gaya Tarung

Petinju Indonesia Daud Yordan (kiri) dan petinju Jepang Yoshitaka Kato berpose menjelang duel perebutan memperebutkan sabuk juara WBO Asia-Pasifik dan Afrika, di Jakarta, Senin (1/2). - Warta Kota/ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

WARTA KOTA, SENAYAN - 10 April 2010, Daud “Cino” Yordan sempat dikanvaskan Celestino Caballero di ronde kedua.

Enam tahun berselang, Daud enggan mengulang kesalahan yang sama saat meladeni petinju Jepang, Yoshitaka Kato.

Kekalahan dalam perebutan gear kelas bulu interim versi WBA itu-yang gelarnya kemudian dibatalkan menyusul keberatan beberapa pihak-disebut pengamat disebabkan gaya bertinju Daud yang cenderung monoton dan minim teknik.

Ia semata mengandalkan kekuatan fisik untuk menjatuhkan lawan.

Namun, Daud yang sekarang berbeda dengan 2010. Kali ini Cino berada di bawah bimbingan pelatih berpengalaman, Craig Cristian.

“Persiapan saya sangat bagus, Craig menggembleng fisik dan teknik saya. Awalnya memang harus beradaptasi dengan metode yang diterapkan Craig. Dia juga berusaha mengubah gaya bertarung saya. Akhirnya kami mencapai kompromi,” kata Daud di National Golf Senayan, Senin (1/2).

Kompromi dipahami Daud agar performa dirinya lebih baik dari sebelumnya. Menurut petinju berusia 28 tahun ini, Craig sangat memahami gaya bertarungnya.

Kompromi tersebut bakal diaplikasikan Daud ketika bersua Kato dalam pertandingan kelas ringan WBO “Road to the World Champions” di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (5/2).

Saat ini, Cino mengaku tidak menggenjot porsi latihan.

Dia tinggal memperbaiki teknik dan berlatih malam hari untuk menyesuaikan dengan jadwal bertarung; pukul 21.30 WIB. Sebelumnya, Cino berlatih selama satu setengah bulan di Bali di bawah arahan Craig.

Video
Sedangkan Kato menyatakan sudah mempelajari gaya bertarung petinju asal Kalimantan Barat tersebut lewat video pertandingan.

“Saya ingin bertemu Daud karena dia adalah petinju yang fight dan gaya bertarungnya cukup keras,” tegas petinju yang tiga tahun lebih tua dari Daud tersebut.

Sementara itu, promotor pertandingan dari Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari menyebut duel “Road to the World Champions” tak hanya mempertemukan Daud versus Kato.

“Akan ada pertandingan legenda antara Ellyas Pical melawan Feras Taborat,” ujarnya. (eko)

Penulis: Eko Priyono
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Datang ke Bandung Nikahi Kekasih, Pria Asal Irak Dapati Pujaan Hatinya Ternyata Sudah Punya 4 Anak

Berita Populer