Kanal

Daud Yordan Tembus Lima Besar

Daud Yordan. - Kompas.com

WARTA KOTA, SURABAYA - Daud Yordan sukses mempertahankan gelar juara WBO Asia Pasifik kelas ringan, di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (6/6) malam.

Sukses Daud membuat Raja Sapta Oktohari, sang promotor, semakin tertantang untuk mewujudkan petinju berjuluk Cino itu sebagai juara dunia baru versi WBO.

Daud menang angka mutlak atas penantangnya asal Ghana, Maxwell Awuku.

Kemenangan itu membuat peringkat Daud di badan tinju WBO menembus lima besar, dari peringkat sebelumnya di posisi sembilan besar.

Tiga hakim yang memberikan penilaian dalam duel bertajuk ‘Memburu Jalan Menuju Juara’ itu, memenangkan Daud Yordan dengan nilai 114-113, 116-110, dan 117-112.

Namun, Raja yang mampu mengorbitkan Chris John hingga menjadi juara dunia kelas bulu super ini, mengakui bahwa untuk mewujudkan hal itu tidak bakal mudah.

Sebab, selain harus berjuang untuk mengejar jadi penantang juara dunia, juga bergantung dengan kesiapan Daud sendiri.

“Target kita kan memberikan kesempatan anak bangsa untuk bisa berprestasi terbaik hingga ke tingkat dunia. Dan Daud sudah membuktikan kualitasnya saat ini. Namun, kita juga perlu evaluasi hasil yang dicapainya saat ini, terutama juga melihat perubahan peringkat kelas ringan dunia WBO bulan depan,” tuturnya.

“Yang pasti, saya akan berusaha untuk menjaga agar Daud Yordan terus mempertahankan apa yang dimilikinya, dengan menggelar pertandingan berikutnya yang lebih tinggi. Minimal ada pertandingan buat dirinya empat bulan sekali,” imbuh Raja.

Daud sendiri mengaku lebih baik dari Awuku.

Sebagai penyandang juara Afrika, Awuku tampil cukup tangguh hingga sempat menyulitkan Daud dalam duel 12 ronde, terutama di ronde-ronde awal.

“Kini saya bergantung kepada promotor untuk duel selanjutnya. Saya sendiri punya mimpi bisa menjadi juara dunia tahun ini di WBO. Apalagi posisi saya sudah lima besar, dan layak menantang juara dunia,” ucap petinju kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat tersebut. (pen)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer