Beredar Surat Imbauan Ulama dan Habaib Madura Siap Tutup Suramadu Jika Dihadang ke Jakarta
Surat ditandatangani empat ulama Madura yakni Habib Faishol Fad'aq, KH Abdulloh Khon Thobroniy, KH Faurok Alawi, KH Ali Karrar Shinhaji dan KH Jurjis.
Penulis: Feryanto Hadi |
Sebuah surat edaran Forum Ulama dan Habaib Madura tersebar luas. Surat itu berisi imbuan ulama dan habaib Madura terkait aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang akan berlangsung di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Pusat pada 22 Mei.
Terungkap surat ditandatangani empat ulama Madura yakni Habib Faishol Fad'aq, KH Abdulloh Khon Thobroniy, KH Faurok Alawi, KH Ali Karrar Shinhaji dan KH Jurjis Muzzammil.
Di surat itu dituliskan, "Menyikapi adanya penghadangan massa yang ingin mengikuti Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat pada tanggal 22 Mei, di setiap titik jalan oleh aparat kepolisian, kami ulama dan habaib Madura akan menempuh dua langkah."
Surat itu memberikan dua opsi yang akan dilakukan terkait maraknya penghadangan yang dilakukan oleh kepolisian.
Pertama, ulama dan habaib menyeru "akan tetap berangkat ke Jakarta dengan terus terang tujuan bergabung dengan GNKR (Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat), yang dilindungi UU dengan cara berangkat bersama-sama dari 4 kabupaten di Madura sehingga aparat kewalahan untuk menghalanginya. Titik kumpul di Masjid Nyiburan Lomaer nanti malam ba'da Isya' awal."
Sedangkan isi point kedua imbauan tersebut, "Apabila ini juga diihadang, maka SEMUA TURUN menutup Suramadu dalam masa tanggal 21-22 Mei dan memanggil semua mobil-mobil truk kaum Madura agar ikut memacetkan Suramadu.
Warta Kota belum mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait atas beredarnya surat imbauan itu.
Polisi Cegah Rombongan di Suramadu
Sementara itu, diberitakan Tribunmadura, Polda Jatim mengamankan tiga mini bus elf dengan total penumpang sebanyak 54 orang yang berasal dari Pamekasan Madura, Senin (20/5/2019).
Mereka diduga hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi people power pada 22 Mei 2019, bersamaan dengan pengumuman resmi hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI.
Seluruh penumpang berjenis kelamin laki-laki. Mereka mengenakan sarung dan setelan busana muslim berwarna putih lengkap dengan pecinya.
Mereka diketahui merupakan rombongan dari daerah Lenteng dan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Mereka berangkat sejak pagi dan baru melintas di Jembatan Suramadu pukul 13.00 WIB.
Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, rombongan mobil mereka diberhentikan oleh petugas polisi di Jembatan Suramadu.
Saat dilakukan pemeriksaan, di bagian bagasi belakang mobil elf warna hijau bernopol M-7250-A, terdapat empat buah botol bersumbu alias bondet atau bom molotov.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bawaslu-dikepung.jpg)