Komplotan Maling Motor dengan Modus Memakai Atribut Driver Ojol Akhirnya Dibekuk

Modus mereka berkeliling mencari lokasi yang sepi. Mereka sengaja menggunakan jaket dan helm ojol untuk mengelabuli orang-orang.

Komplotan Maling Motor dengan Modus Memakai Atribut Driver Ojol Akhirnya Dibekuk
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kawanan maling ini sudah hampir tiga tahun beroperasi di wilayah Jakarta Selatan dan telah menggasak puluhan sepeda motor di sejumlah lokasi. 
Satreskrim Polrestro Jakarta Selatan membekuk empat orang spesialis pencurian sepeda motor yang kerap menyamar sebagai driver ojek online.
Selain itu, satu penadah motor curian turut diamankan.

Kasatreskrim Kompol Andi Sinjaya mengungkapkan, kawanan ini hampir tiga tahun beroperasi di wilayah Jakarta Selatan dan telah menggasak puluhan sepeda motor di sejumlah lokasi.

Kelima tersangka yakni Kiki (21) Tiar(31) Kuncen (21) Ian (31) dan penadah R (41).
Kelimanya dibekuk secara terpisah di Kebayoran Baru, Jaksel dan Lebak, Banten.

"Modus mereka berkeliling mencari lokasi yang sepi."
"Mereka sengaja menggunakan jaket dan helm ojol untuk mengelabuli orang-orang," ujar Andi Sinjaya saat merilis kasus ini, Jumat (17/5/2019).

Kompol Andi mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan banyak laporan terkait curanmor dengan modus seperti ini. Dan dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memang sering beroperasi di kawasan Jaksel.

"Mereka beroperasi pada malam hari. Modusnya dengan cara membobol kontak dengan kunci letter T lalu bawa kabur motornya,” imbuh Kompol Andi.

Penangkapan para dilakukan Unit Krimum Polres Jaksel yang dipimpin Kanit AKP Egidio Fernando.

AKP Egidio mengungkapkan, ada dua kawanan yang ditangkap yakni komplotan asal Lebak, Banten dan dari Kebayoran Baru.
Modus yang mereka gunakan hampir sama.

"Mereka menyasar sepeda motor yang diparkir di lokasi yang sepi. Dalam hitungan puluhan detik mereka bisa merusak kunci dengan menggunakan kunci letter T," ungkapnya.

Hasil kejahatannya dijual ke seorang penadah dengan harga bervariasi. Unit Kawasaki Ninja RR mereka jual seharga Rp 4 juta, Yamaha Nmax djiual Rp 3 juta. Sedangkan sepeda motor matic lainnya dijual di kisaran Rp2 jutaan.

Para pelaku mengaku menggunakan uang dari hasil penjualan sepeda motor curian untuk kebutuhan hidup.

Lima pelaku kini mendekam di rutan Mapolrestro Jakarta Selatan. Empat pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan Penadah R, dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved