BPN Gelar Aksi Damai Bukan People Power, Tapi Dilakukan 3 Hari. FPI Pastikan Ikut Serta Setiap Hari

"Tentu kita akan kelihatannya demo damai tanpa kekerasan, mungkin kita duduk aja, selama ini kita kaya dicuekin aja

BPN Gelar Aksi Damai Bukan People Power, Tapi Dilakukan 3 Hari. FPI Pastikan Ikut Serta Setiap Hari
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto nyoblos di TPS 02 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). 

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Siti Hediati Hariyadi atau yang karib disapa Titiek Soeharto mengatakan pihaknya akan menggelar demonstrasi damai pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei 2019.

Aksi unjuk rasa tersebut untuk memprotes penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dinilai penuh kecurangan.

"Tentu kita akan kelihatannya demo damai tanpa kekerasan, mungkin kita duduk aja, selama ini kita kaya dicuekin aja nih kita sudah teriak-teriak pemilu curang DPT ganda, DPT bermasalah, yang meninggal (KPPS) begitu banyak, kita sudah menyuarakan itu tapi kok kayanya dicuekin aja," kata Titiek Soeharto usai menghadiri deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat, di Jalan Proklamasi, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

"Nah ini bentuk dari protes kita, kita nanti akan melakukan demo damai," ujar Titiek Soeharto.

VIRAL! Tolak Hasil Penghitungan KPU, Prabowo dan Neno Warisman Pegangan Tangan, Ada Titiek Soeharto

Polda Akan Lakukan Sweeping Cegah People Power, NU Jatim Pastikan Nadliyin Tak Ada yang ke Jakarta

UPDATE Surat Wasiat Prabowo, Kini Dianggap Tak Lazim Bahkan Lucu. Ini Penjelasannya

Menurut Titiek, aksi unjuk rasa nanti akan melibatkan banyak massa. Hanya saja putri presiden Soeharto tersebut tidak menyebutkan estimasi massa yang akan hadir.

Adapun tempat unjuk rasa akan tersebar di sejumlah titik, salah satunya Bundaran Hotel Indonesia.

"Tidak seperti 212 (jumlahnya), tapi cukup banyaklah kalau pemerintah mengerahkan aparat 160 ribu TNI, seratus sekian ribu polisi, inshaallah massa kita lebih dari itu," katanya.

Politikus Partai Berkarya itu memastikan bahwa aksi akan dilakukan dengan damai. Terkecuali bila aparat keamanan bertindak represif.

Sandiaga Temui Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia, Mereka Menolak Seruan Visum Prabowo

"Insyaallah damai, ya kita pasti damai kecuali kalau disana kita ditimpuki gas, ditembaki gas air mata, kita rakyat yang ingin memperjuangkan tapi kita ditembak-tembaki tapi dizalimi, nah itu tentunya rakyat yang akan bicara sendiri," katanya.

Unjuk rasa ini diinisiasi oleh mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen ini juga ingin membuktikan bahwa 'People Power' bukan sebuah bentuk unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintahan.

Unjuk rasa ini diinisiasi oleh mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved