Penutupan Perlintasan Sebidang

Rencana Penutupan Perlintasan Sebidang Tubagus Angke Dikhawatirkan Warga Jadi Titik Kemacetan Baru

Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana kembali menutup empat perlintasan sebidang di wilayah Jakarta, salah satunya perlintasan Jalan Tubagus Angke,

Rencana Penutupan Perlintasan Sebidang Tubagus Angke Dikhawatirkan Warga Jadi Titik Kemacetan Baru
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Perlintasan sebidang Jalan Tubagus Angke, Jalur Lingkar Jakarta, yang akan ditutup. 

TAMBORA, WARTAKOTALIVE.COM -- Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana kembali menutup empat perlintasan sebidang di wilayah Jakarta, salah satunya yaitu perlintasan sebidang Jalan Tubagus Angke, Jalur Lingkar Jakarta.

Hingga saat ini memang perlintas tersebut masih aktif dan masih beberapa masyarakat melintas di jalur rel ganda tersebut.

Meski sudah perplang otomatis, namun keberadaan perlintasan ini menjadi alternatif masyarakat untuk melintas.

Hal itu terlihat beberapa masyarakat masih berlalu-lalang di lokasi perlintasan yang menghubungkan ke beberapa wilayah seperti Pekojan maupun Tubagus Angke.

Perlintasan sebidang Jalan Tubagus Angke, Jalur Lingkar Jakarta, yang akan ditutup.
Perlintasan sebidang Jalan Tubagus Angke, Jalur Lingkar Jakarta, yang akan ditutup. (Wartakotalive.com/Joko Supriyanto)

Rencana penutupan perlintas ini pun sudah diketahui oleh masyarakat sekitar, banyak diantara mereka menerima rencana penutupan ini.

Namun ada juga yang menilai penutupan perlintasan akan menyebabkan efek kemacetan baru. Sebab ruas jalan tersebut cukup ramai dilintasi kendaraan.

"Kalo saya sih ngak masalah ya, karena kan memang disini banyak jalur alternatif lain, seperti lewat flyover, kalo pun di tutup ngak begitu pengaruh sama masyarakat sekitar," Herman, salah satu warga di sekitar lokasi, Jumat (17/5/2019).

Sementara itu salah satu warga justru dengan penutupan ini khawatir akan menyebabkan titik kemacetan baru, karena volume kendaraan yang melintas di lokasi ini cukup tinggi.

Para pengendara yang terjebak macet saat di fly over mereka lebih memilih jalur perlintasan.

"Kalo saya mikirnya bakal tambah macet, kenapa, karena itu tadi disini itu kadang macet, apalagi fly over, makanya banya yang ambil jalur bawah, tapi kalo memang di tutup numpuk pasti di fly over," kata Rudi salah satu warga.

Meski begitu dirinya ingin rencana penutupan perlintasan sebidang ini perlu dikaji lebih matang lagi, supaya tidak merugikan masyarakat sekitar, meskipun dengan penutupan ini mengurangi angka kecelakaan diperlihatkan kereta api. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved