Razia PKL Musiman

Pemprov Belum Bisa Berikan Tempat Binaan untuk PKL Musiman yang Menjamur di Trotoar Tanah Abang

Saefullah mengatakan hingga saat ini pihaknya hanya sebatas malakuan penertiban saja dan belum bisa memberikan tempat pembinaan.

Pemprov Belum Bisa Berikan Tempat Binaan untuk PKL Musiman yang Menjamur di Trotoar Tanah Abang
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah saat di IRTI Monas, Jumat (17/6/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Pemprov DKI Jakarta mengaku belum bisa melakukan pembinaan kepada Para Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman yang menjamur di sekitar Tanah Abang.

Adapun barang-barang yang banyak dijual saat bulan Ramadan ini yaitu pakaian gamis hijab toples makanan dan kurma.

Namun sayangnya pedagang musiman ini menerobos fasilitas umum trotoar dan bahu jalan.

Tak jarang membuat kepadatan lalu lintas disekitarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan hingga saat ini pihaknya hanya sebatas malakuan penertiban saja dan belum bisa memberikan tempat pembinaan.

"Lokasi binaan nanti dulu, itu berikutnya lah, sekarang kita hadapi dulu penertiban menjelang hari raya," ujar Saefullah saat di IRTI Monas, Jumat (17/6/2019).

Ia menjelaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memerintahkan Wali Kota di lima wilayah DKI Jakarta untuk menertibkan para PKL musiman ini.

Dengan tegas Saefullah mengharuskan fasilitas umum milik Pemda steril dari para PKL itu.

"Kemarin pak Gubernur mengingatkan bahwa puasa itu bukan tidak tertib, harusnya puasa makin tertib. Para Wali Kota sudah diingatkan untuk terus melakukan penertiban-penertiban, semua alat dan sarana kota itu harus sesuai fungsinya," kata Saefullah.

Diketahui sebelumnya Kasatpol PP DKI, Arifin mengatakan pihaknya tegas akan menindak PKL yang masih nekat menggunakan trotoar sebagai lapak dagangannya.

"Sepanjang dia tidak mengganggu ketertiban umum silakan, tapi kalau dia sudah mengganggu ketertiban umum kita tertibkan. Kan trotoar itu tidak boleh berdagang sebagaimana diatur Perda Nomor 8 Tahun 2007," kata Arifin. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved