Kerusahan Lapas Langkat

Kepala BNN Sebut Dua Kali Kericuhan Lapas Narkotika Langkat Bukti Buruknya Sistem Kelola

Kepala BNN Sebut Dua Kali Kericuhan Lapas Narkotika Langkat Bukti Buruknya Sistem Kelola

Kepala BNN Sebut Dua Kali Kericuhan Lapas Narkotika Langkat Bukti Buruknya Sistem Kelola
Warta Kota/Feriyanto Hadi
Kepala BNN Komjen Heru Winarko 

Kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) narkotika Langkat, Sumatera Utara, yang menyebabkan 500 narapidana kabur, menyita banyak perhatian.

Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menilai sistem yang ada di dalamnya buruk sehingga masalah ini kembali muncul.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko menilai perlu dilakukan pembenahan sistem untuk membenahi manajemen pengelolaan lapas

Sebab, kasus kerusuhan hingga menyebabkan pembakaran lapas bukan yang pertama kali terjadi.

"Kasus pembakaran yang terjadi di lapas Langkat, menjadi perhatian kita. Saya dapat kabar, kasus pembakaran ini merupakan yang kedua kalinya terjadi. Harus segera dilakukan pembenahan," kata Heru, Jumat (16/5/2019).

Menurut Heru, kasus itu terjadi karena sistem pengamanan yang ada di dalam lapas dinilai buruk. Sehingga pembenahan harus segera dilakukan agar kasus ini tak terjadi di tempat-tempat lain.

Selama ini, kata Heru, fenomena yang terjadi di dalam lapas sudah dipantau pihaknya melalui deputi pemberantasan.

Bukan hanya napi semakin liar, namun warga binaan yang ada di dalamnya masih dengan bebasnya melakukan pengendalian narkotika

"Dari beberapa pengungkapan yang kami lakukan, semua bermuara ke lapas. Yang terbaru kemarin, 200 kilogram sabu dikendalikan dari lapas Cirebon," ungkapnya.

Heru menyebut, pihaknya sudah melaporkan masalah itu ke Dirjen Pemasyarakatan (dirjen PAS) sejak setahun belakangan.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved