Berita Tangerang

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Apartemen, Polisi Semakin Yakin Pelaku Punya Niat Merampok

Polsek Kelapa Dua menggelar rekonstruksi pembunuhan Sulastri alias Tari (21) di tempat kejadian Apartemen Habitat, Bencongan, Tangerang, Jumat (17/5).

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Apartemen, Polisi Semakin Yakin Pelaku Punya Niat Merampok
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Pengungkapan kasus pembunuhan seorang wanita di apartemen dijelaskan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (13/5/2019). 

Kepolisian sektor Kelapa Dua menggelar rekonstruksi pembunuhan Sulastri alias Tari (21) di tempat kejadian Apartemen Habitat, Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/5/2019).

JASAD Tari ditemukan tidak bernyawa di atas tempat tidurnya dengan posisi tanpa busana serta posisi tangan, kaki, dan leher yang terikat pada Sabtu, 11 Mei 2019 silam.

Pelaku, Agus Susanto (37) sudah janji bertemu dengan korban untuk melakukan kencan di kamar korban dengan harga yang sudah disepakati.

Dalam rekonstruksi ini, terdapat 45 adegan mulai dari pelaku memasuki apartemen, berhubungan badan, merampok perhiasan dan uang tunai, hingga menghabisi nyawa korban.

"Sama-sama tadi kita saksikan kejadian atau tindak pidana 338 junto 340 junto 365 ayat 3 KUHP, alhamdulillah semua lancar 45 adegan," kata Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Efendi seusai rekonstruksi.

 Surat Wasiat Prabowo Berbau Kematian

 Beredar Surat Polisi Panggil Ani Hasibuan Dokter Bongkar Kematian Anggota KPPS, Dikomen Pimpinan DPR

 Ini Penyebab Utama Gaji Ke-13 dan THR PNS/TNI/Polri Batal Dibayar Tanggal 24 Mei, Cek Tanda Merah

 Andi Arief Minta Anies Baswedan Tiru AHY, Jangan Malah Diam dan Main Aman

Pelaku dan korban sepakat untuk kencan dengan tarif Rp 400.000. Mereka bertemu melalui aplikasi pesan singkat WeChat.

Dari chating yang sudah diselidiki oleh kepolisian, pelaku ternyata mengetahui bahwa korban memiliki berang berharga. Hal itu yang membuat polisi semakin yakin pelaku sudah memiliki niat merampok korban.

"Dalam chating dia melihat ada perhiasan korban, dan juga dia hanya membawa 50 ribu rupiah, tidak sesuai kesepakatan, itu niat jahat sudah sangat jelas," jelas Efendi.

Dari keterangan seorang satpam Apartemen Habitat, Dedi Irawan, saat pertama kali ditemukan dengan posisi tidak wajar, teman-teman tetangga korban segera berkumpul di kamar apartemen korban dan berduka.

 Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Sikapi Waketum Gerindra Arief Poyuono Tolak Bayar Pajak

 Terkejut Dituduh Perekam Video Penggal Kepala Presiden, Guru Ini Khawatir Jadi Sasaran Kemarahan

 Polisi: Sugeng Terbukti Bukan Pembunuh, Tapi Pelaku Mutilasi Mayat Wanita di Pasar Besar Kota Malang

 Klaim Kemenangan Prabowo 54 Persen Dinilai Janggal, Ini Daftar Keanehannya & Penjelasan Lengkap

"Pas saya dateng sudah diselimutin sama pacarnya, ada yang nangis-nangis teman cewenya," kata Dedi.

"Orangnya baik, cuma jarang komunikasi hanya say hello aja kalo ketemu," imbuhnya. 

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved