Pilpres 2019

Aktivis 98 Yakin Prabowo Bisa Jadi Sosok Negarawan, Asal Diselamatkan dari Para Penumpang Gelap

Willy Prakarsa meyakini Prabowo Subianto adalah sosok gentlemen dan bisa legawa menerima hasil pengumuman KPU pada 22 Mei mendatang.

Aktivis 98 Yakin Prabowo Bisa Jadi Sosok Negarawan, Asal Diselamatkan dari Para Penumpang Gelap
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan pernyataan politik di depan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019, yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

KETUA Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa berharap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto harus diselamatkan dari para penumpang gelap yang menungganginya.

Sosok mantan Danjen Kopassus itu juga harus dibawa keluar dari lingkaran musang-musang tua, alias pembisik di belakangnya.

"Menurut saya Prabowo harus diselamatkan dari musang tua (penumpang gelap). Para pembisik-pembisiknya itu berbahaya sekali," kata Willy Prakarsa dalam diskusi bertajuk 'Waspada Penumpang Gelap di Pengujung Pengumuman Hasil Pemilu 2019', di kawasan Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Amien Rais Nilai Wiranto Perlu Dibawa ke Mahkamah Internasional Gara-gara Hal Ini

Meski ada pembisik itu di belakang sosok capres 02, Willy Prakarsa meyakini Prabowo Subianto adalah sosok gentlemen dan bisa legawa menerima hasil Pemilu 2019 yang diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

"Kita positive thinking saja, Prabowo bisa menjadi sosok negarawan. Aparat keamanan harus berani libas para penumpang gelap yang mau merongrong kedaulatan NKRI," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta mengira para penumpang gelap yang ia cirikan berasal dari kelompok radikal, akan memanfaatkan momentum pengumuman hasil Pemilu 2019 untuk menonjolkan diri.

Amien Rais Ganti Istilah People Power dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat, Takut Diciduk Polisi?

Mereka akan dimanfaatkan, dengan cara membangkitkan rasa emosional yang terpendam selama ini.

"Mereka tidak peduli politik, tetapi mereka mencari momentum. Kebanyakan mereka dimanfaatkan dan dibangkitkan emosionalnya," ulasnya.

Apalagi, ada lapisan penumpang gelap yang paling berbahaya, yakni mereka yang berasal dari barisan sakit hati terhadap tindakan pemerintah era ini, yang seakan mendiskreditkan kelompok-kelompoknya.

Ini Hasil Penghitungan Suara Internal BPN Prabowo-Sandi, Ternyata Tak Sampai Menang 62 Persen

Selain itu, ada pula barisan sakit hati yang berasal dari peserta pemilu itu sendiri. Pihak-pihak yang sudah habis materi dan tenaga, ternyata kalah dalam pemilu, bakal meluapkan perasaan emosionalnya pada hari pengumuman pemenang pemilu besok.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved