Berita Tangerang

Tawarkan Tarif Pesawat Murah, Indonesia Harus Miliki Penerbangan Berbasis Syariah

Dengan populasi muslim sangat besar, sejatinya Indonesia patut memiliki maskapai penerbangan berbasis syariah.

Tawarkan Tarif Pesawat Murah, Indonesia Harus Miliki Penerbangan Berbasis Syariah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Praktisi penerbangan M Suriawan Wakan kepada Warta Kota, Kamis (16/5/2019). 

Dengan populasi muslim sangat besar, sejatinya Indonesia patut memiliki maskapai penerbangan berbasis syariah.

APALAGI Indonesia sudah memiliki lembaga-lembaga perekonomian berbasis syariah, termasuk bank dan lembaga pembiayaan, sehingga sejatinya Indonesia patut memiliki maskapai penerbangan berbasis syariah.

Terlebih saat ini harga tiket pesawat kian melambung tinggi, maka dari itu sejatinya Indonesia patut memiliki maskapai penerbangan berbasis syariah.

“Indonesia juga memiliki potensi besar membangun dan mengoperasikan penerbangan berbasis syariah. Potensi itu didukung oleh fakta bahwa ekonomi syariah sedang tumbuh dengan baik, pada sisi lain marketnya terbuka lebar. Bahkan ada semacam captive market,” ujar praktisi penerbangan M Suriawan Wakan kepada Warta Kota, Kamis (16/5/2019).

Wakan yang juga menjabat sebagai Executive General Manager Bandara Soekarno Hatta juga menuturkan, pembiayaan untuk membangun penerbangan syariah tersebut dengan melibatkan seluruh potensi partisipasi publik, lembaga-lembaga keuangan syariah dan institusi keagamaan.

Seperti Muhammadiyah, NU, MUI serta lainnya.

 Beredar Surat Polisi Panggil Ani Hasibuan Dokter Bongkar Kematian Anggota KPPS, Dikomen Pimpinan DPR

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Penjelasan Lengkap Pakar IT BPN Prabowo-Sandi, Hasil Scanning C1 Situs KPU Gambar Editan Photoshop

Dengan saham dimiliki publik, dia mengemukakan maka pegawai maskapai, termasuk pilot dan kru kabin, juga terbuka peluang menjadi pemilik perusahaan.

“Modal awal sekitar Rp 1 triliun untuk membeli lima pesawat dan menyewa lima pesawat lainnya, sebagai salah satu syarat mengurus Air Operator Certificate (AOC) ke Ditjen Perhubungan Udara," ucapnya.

"Dalam tempo singkat permodalan ini dapat dimobilisasi. Tinggal bentuk dulu lembaga sebagai operator, lalu mobilisasi dana publik dengan mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Wakan.

Dirinya menyebut eksistensi maskapai penerbangan syariah ini dibutuhkan mengingat masih begitu besar celah kebutuhan muslim, yang belum dapat dipenuhi oleh maskapai penerbangan eksisting di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved