Pilpres 2019

Rizal Ramli Tantang Debat KPU dan Pihak yang Sebut 01 Menang, Minta Disiarkan Televisi

Tantangan debat itu, katanya, semata-mata untuk menjalankan prinsip demokrasi, yakni, bebas, adil, dan jujur.

Rizal Ramli Tantang Debat KPU dan Pihak yang Sebut 01 Menang, Minta Disiarkan Televisi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli berbincang dengan awak Tribunnews.com, terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru, di Kantor Redaksi Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019). 

MANTAN Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menantang Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak yang mengklaim memiliki data kemenangan pasangan nomor urut 01, berdebat terbuka.

Tantangan debat itu, katanya, semata-mata untuk menjalankan prinsip demokrasi, yakni, bebas, adil, dan jujur.

"Saya akan membawa ahli IT dan ahli statistik untuk menantang debat secara terbuka dengan KPU dan pihak yang mengaku memiliki data kemenangan paslon nomor urut 01, untuk berdebat secara terbuka, dan disiarkan media televisi," tegas Rizal Ramli melalui keterangan tertulis, Rabu (15/5/2019).

Tak Cuma Air, Anies Baswedan Sebut Bogor Juga Kirim Sampah ke Jakarta

Menurut ekonom senior itu, tantangan debat publik terkait penghitungan suara Pilpres 2019, adalah bagian dari pembelajaran demokrasi serta menyelamatkan kedaulatan rakyat.

"Kalau merasa punya komitmen menjaga demokrasi dan ingin menegakkan kedaulatan rakyat, harusnya mereka mau menerima tantangan saya," tuturnya.

Selain itu, sambung Rizal Ramli, melalui debat terbuka yang disiarkan media televisi, niscaya dapat menguak pihak yang sesungguhnya telah melakukan kebohongan.

Amien Rais Nilai Wiranto Perlu Dibawa ke Mahkamah Internasional Gara-gara Hal Ini

"Data situng KPU kan selalu dijadikan argumentasi oleh kubu 01 bahwa pihaknya sudah menang. Bahkan, mereka bluffing berdasarkan hitungan mereka, menangnya tebal," tuturnya.

"Tapi, data situng KPU aja banyak yang salah. Misalnya, input data tidak match dengan formulir C1. Ini lah yang membuat rakyat resah. Jadi, ayo kita buka-bukaan data, supaya rakyat tak bingung," tantang anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Sebelumnya, KPU kembali membantah tudingan banyaknya salah input data yang terjadi dalam proses rekapitulasi di setiap tingkatan, tak diperbaiki.

Amien Rais Ganti Istilah People Power dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat, Takut Diciduk Polisi?

Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, justru KPU meminta pihak yang menuding tersebut untuk membuktikan secara jelas, dan seperti apa hasil input data yang salah.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved