Raih Rp254 Miliar di Kuartal 1-2019, Intiland Prioritaskan Penjualan Proyek Hunian

Pada kuartal I-2019, pendapatan usaha perseroan Rp 888 miliar, dengan laba kotor Rp 313 miliar, laba usaha Rp 156 miliar dan laba bersih Rp 48 miliar.

Raih Rp254 Miliar di Kuartal 1-2019, Intiland Prioritaskan Penjualan Proyek Hunian
Warta Kota/Henry Lopulalan
Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, dan Pgs. Pemimpin Kelompok Sindikasi Bank Negara Indonesia (BNI) Chairani Sari (kiri-kanan) mengunjungi unit contoh The Hamilton Apartemen 1Park Avenue, Jakarta Selatan, Rabu (30/1). Kunjungan tersebut dilakukan usai konferensi pers terkait Fasilitas Kredit Sindikasi yang diperoleh Intiland dari BNI dan Bank Central Asia (BCA) sebesar Rp2,8 triliun untuk modal pengembangan usaha. 

Sepanjang triwulan I tahun 2019, pengembang properti PT Intiland Development Tbk mampu membukukan pendapatan penjualan (marketing sales) Rp254,2 miliar, atau sekitar 10,2 persen dari target tahun ini sebesar Rp2,5 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan bahwa untuk mengejar target penjualan, perseroan akan memprioritaskan penjualan proyek-proyek hunian, baik pengembangan kawasan perumahan maupun apartemen.

“Perseroan saat ini memiliki sejumlah pengembangan proyek hunian yang diproyeksikan dapat memberikan kontribusi penjualan cukup signifikan di tahun ini,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Pada segmen pengembangan kawasan perumahan, kata dia, perseroan mengandalkan penjualan unit rumah dari proyek Serenia Hills dan Talaga Bestari di Jakarta serta Graha Natura di Surabaya.

Sementara untuk pengembangan apartemen, perseroan masih mengandalkan penjualan dari lima proyek apartemen yakni 1Park Avenue, Fifty Seven Promenade, dan Regatta di Jakarta serta Graha Golf dan The Rosebay di Surabaya.

“Penjualan dari proyek-proyek residensial, khususnya pengembangan kawasan perumahan masih relatif stabil dan bisa diandalkan. Kalau untuk apartemen, kami akan fokus pada penjualan unit-unit stok,” kata Archied. 

Empat strategi

Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, menyatakan, secara umum Intiland tetap akan fokus pada empat segmen utama yaitu mixed used dan high rise, kawasan perumahan, kawasan industri, dan properti investasi sebagai salah satu sumber recurring income.

Sementara strategi pengembangan Intiland, masih tetap fokus pada empat strategi utama. Pertama adalah pertumbuhan organik. “Kami tetap fokus memaksimalkan portofolio dan landbank yang saat ini kami miliki. Fokus pengembangannya ada di Jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Untuk wilayah Jakarta, sebut Theresia, perseroan meluncurkan kampanye Stay On The Blue Line. Program ini memberikan penawaran spesial dan keunggulan properti-properti Intiland yang lokasinya dilintasi dan dekat dengan fasilitas MRT.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved