Prajurit Kodim Depok Diberi Sosialisasi Panic Button Jelang Pengumuman Hasil Pemilu

Mereka mengikuti sosialisasi aplikasi panic button di markas Kodim 0508/Depok, Pancoran Mas, Kota Depok.

Prajurit Kodim Depok Diberi Sosialisasi Panic Button Jelang Pengumuman Hasil Pemilu
Warta Kota/Gopis Simatupang
Puluhan Babinsa Kodim 0508/Depok, mengikuti sosialisasi aplikasi panic button di markas Kodim 0508/Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (16/5/2019). 

Jelang pengumuman hasil Pemilu serentak 2019, puluhan prajurit TNI bertugas jadi Babinsa (Bintara Pembina Desa) di wilayah hukum Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok, mengikuti sosialisasi aplikasi panic button di markas Kodim 0508/Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (16/5/2019).

Kepala Staf Kodim 0508/Depok, Mayor Arh Erfan Yuli Saputro, mengatakan, sosialisasi diberikan langsung oleh Bagian Perhubungan Kodam (Hubdam) Jaya.

Pembekalan seputar aplikasi panic button bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam merespons peristiwa yang terjadi di wilayah masing-masing.

"Sosialisasi ini dilakukan mengingat masih banyak Babinsa yang belum maksimal menggunakan aplikasi tersebut," kata Mayor Erfan di sela-sela sosialisasi.

Mayor Erfan menyampaikan, aplikasi panic button bagi para Babinsa merupakan gagasan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono.

Puluhan Babinsa Kodim 0508/Depok, mengikuti sosialisasi aplikasi panic button di markas Kodim 0508/Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (16/5/2019).
Puluhan Babinsa Kodim 0508/Depok, mengikuti sosialisasi aplikasi panic button di markas Kodim 0508/Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (16/5/2019). (Warta Kota/Gopis Simatupang)

"Aplikasi ini baru saja diluncurkan sekira pertengahan April 2019. Ini dikhususkan untuk para Babinsa guna mendukung tugas di lapangan," ujar perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2004 tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Komunikasi Perhubungan Kodam Jaya, Mayor Chb Mochammad Yusuf Jasuli mengatakan, aplikasi panic button yang diluncurkan Kodam Jaya berbeda dengan aplikasi sejenis yang dipakai polisi maupun pemerintah.

"Yang mendasar pada aplikasi panic button milik Kodam Jaya yakni tidak dapat diakses masyarakat biasa. Ini hanya diperuntukkan para Babinsa guna menunjang tugas-tugas di lapangan," kata Mayor Yusuf.

Menurut Yusuf, aplikasi yang didukung langsung oleh tim informasi dan teknologi serta operator yang siap siaga 24 jam tersebut, bukan untuk meminta bantuan bagi pemilik aplikasi, namun sebagai laporan Babinsa ke pimpinan.

"Aplikasi ini sebagai akses terbaru untuk melihat sejauh mana mobilitas para Babinsa di lapangan, sehingga dapat langsung terpantau oleh pimpinan," katanya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved