Pemilu 2019

Polisi Benarkan Panggilan Terhadap Dokter Ani Hasibuan

Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya surat panggilan terhadap Dokter Ani Hasibuan.

Polisi Benarkan Panggilan Terhadap Dokter Ani Hasibuan
photocollage/wartakotalive.com/kompas.com
Dokter Ani Hasibuan dan surat panggilan yang seolah-olah berasal dari Polda Metro Jaya 

Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya surat panggilan terhadap Dokter Ani Hasibuan untuk diperiksa sebagai terlapor dalam kasus ujaran kebencian, Jumat (17/5/2019) besok.

SEBELUMNYA beredar surat panggilan untuk pemeriksaan berkop Polda Metro Jaya untuk Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan yang beralamat di Paviliun Residence, Serpong, Tangerang Selatan.

Ani Hasibuan diminta hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan penyebarAn informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

"Ya, benar, ada pemanggilan untuk yang bersangkutan, terkait ujaran kebencian melalui ITE. Diminta hadir Jumat besok," kata Argo saat dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (16/5/2019).

Dalam surat panggilan bernomor S.Pgl/1158/V/RES.2.5./2019/Dit Reskrimsus itu, Ani Hasibuan diminta hadir di Markas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada jumat, 17 Mei 2019, pukul 10.00.

Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Penjelasan Lengkap Pakar IT BPN Prabowo-Sandi, Hasil Scanning C1 Situs KPU Gambar Editan Photoshop

 Prabowo Tolak Keabsahan Pilpres 2019 dan Tak Akan Gugat ke MK, Ini Konsekuensi Hukumnya Kata Ahli

 Sosok Terduga Pembunuh Mutilasi Wanita, Diusir dari Kampung karena KDRT & Gemar Corat-coret Dinding

Ani dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat terentu bersarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),

dan atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan dia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong,

dan/atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan dia mengerti

setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana konten yang terdapat di portal berita dengan headline tamshnews.com tanggal 12 Mei 2019.

 Terkejut Dituduh Perekam Video Penggal Kepala Presiden, Guru Ini Khawatir Jadi Sasaran Kemarahan

 Ini Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Kesebelas Ramadhan 1440 H pada Kamis (16/5/2019)

 Ratna Sarumpaet Mengaku Punya Hubungan Istimewa dengan Rocky Gerung

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 35 jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE,

dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP yang terjadi pada tanggal 12 mei 2019 di Jakarta. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved