Pemilu 2019

Ini Penyebab Lamanya Proses Rekapitulasi Pemilu 2019 Tingkat Kota Jakarta Timur

Proses rekapitulasi tersebut molor selama sepekan dari jadwal yang telah ditentukan.Seharusnya rapat pleno rekapitulasi tingkat kota selesai sejak 8 M

Ini Penyebab Lamanya Proses Rekapitulasi Pemilu 2019 Tingkat Kota Jakarta Timur
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

PULO GADUNG, WARTAKOTALIVE.COM - Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kota Jakarta Timur menyisakan satu kecamatan lagi, yakni Pulo Gadung.

Rapat pleno tersebut baru akan dilangsungkan pada malam ini sekira pukul 20.30 WIB.

Proses rekapitulasi tersebut molor selama sepekan dari jadwal yang telah ditentukan. Seharusnya rapat pleno rekapitulasi tingkat kota selesai sejak 8 Mei 2019 lalu.

Berdasarkan data, Jakarta Timur memiliki sebanyak 2.246.279 DPT.

Sedangkan jumlah TPS yang tersebar di 10 kecamatan sebanyak 8.206 lokasi ditambah 28 TPS bagi DPTb.

Hal itu membuat Jakarta Timur merupakan kota dengan jumlah DPT terbesar.

Di sisi lain, Kabupaten Bogor lebih dulu menyelesaikan proses rekapitulasi. Padahal Kabupaten Bogor, merupakan kabupaten dengan junlah TPS terbesar yakni sebanyak 15.000 dengan jumlah DPT sebanyak 3.502.695 jiwa.

Menjawab pertanyaan lamanya proses rekapitulasi tersebut, Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana menyatakan jumlah DPT di Jakarta Timur tak sebanding dengan jumlah petugas KPU di tingkat kecamatan. Hal itu menjadi faktor utama lamanya proses penghitungan suara.

"Kabupaten Bogor memang benar kabupaten terbesar TPS nya seluruh Indonesia. Tapi jangan lupa kalau kota terbesar di Indonesia itu tetap Jakarta Timur. DPT nya sekitar 2,4 juta. Kepadatannya juga lebih padat di sini. Apalagi di sini hanya ada 10 kecamatan. Jadi dengan jumlah seperti itu dibandingkan dengan petugas kami lumayan keteteran juga. SDM itu masalahnya," ucap Wage di Gedung KNPI, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/5).

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved