Transportasi Udara

Dampak Tiket Pesawat Mahal, Pendapatan Bandara Internasional Minangkabau Turun 25 Persen

Dampak Tiket Pesawat Mahal, Pendapatan Bandara Internasional Minangkabau Turun 25 Persen

Dampak Tiket Pesawat Mahal, Pendapatan Bandara Internasional Minangkabau Turun 25 Persen
dok. google
Bandara Minangkabau 

Dampak Tiket Pesawat Mahal, Pendapatan Bandara Internasional Minangkabau Turun 25 Persen

Pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM), PT Angkasa Pura II Cabang BIM mengalami penurunan pendapatan hingga 25 persen hingga akhir April 2019 ini.

Bahkan hingga dua pekan awal Ramadhan ini pergerakan penumpang di BIM semakin menurun karena masa low season.

Penumpang di BIM rata-rata per hari hanya 4 ribu orang.

Ini dampak kenaikan harga tiket pesawat sejak akhir 2018 lalu,

"Sejak Januari-April 2019 terjadi penurunan pendapatan hingga 25 persen dari target yang dicanangkan," ujar Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM Dwi Ananda Wicaksana kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Dwi mengatakan tahun lalu sebelum harga tiket pesawat naik drastis, rata-rata jumlah penumpang di BIM adalah 11 ribu orang per hari, dengan total pesawat terbang sebanyak 84 unit per hari.

Sementara, sampai dengan April lalu, pergerakan penumpang hanya 7 ribu sampai 8 ribu per hari.

''Penurunan angka jumlah penumpang itu sangat besar pengaruhnya terhadap pendapatan BIM secara umum,'' kata Dwi.

Untungnya pihaknya sedikit terbantu dengan penerbangan rute internasional.

Di BIM ada tiga penerbangan regular load factor dan beberapa penerbangan untuk umroh.

Kendati demikian, Dwi memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang saat mudik dan arus balik Lebaran. Peningkatan itu, dipastikan juga akan meningkatkan pendapatan BIM.

''Biasanya saat mudik dan arus balik jumlah penumpang meningkat seperti tahun lalu. Inilah yang kita harapkan," katanya. Video Pilihan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiket Pesawat Mahal, Pendapatan Bandara Internasional Minangkabau Turun 25 Persen"

Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved