Bulan Suci Ramadan

Boleh Menelan Ludah Saat Berpuasa, Tapi Begini Syaratnya

Air liur atau ludah merupakan cairan bening yang diproduksi oleh kelenjar air liur yang terletak di asing-masing sisi pipi manusia.

Tubuh manusia dibagi menjadi dua bagian. Bagian luar dan bagian dalam.

Masing-masing mempunyai tempat dan klasifikasinya tersendiri.

Seperti orang yang sedang melakukan salat, misalnya.

Batas tubuh orang salat yang dianggap luar adalah yang berada di luar tenggorokan, tepatnya pada makhraj ‘ha’.

Ini Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Kesebelas Ramadhan 1440 H pada Kamis (16/5/2019)

Apabila ada orang salat, di dalam mulutnya terdapat sisa makanan, belum sampai ditelan melampaui tengah tenggorokan, salatnya orang yang seperti demikian tidak batal karena makanan masih pada batasan luar tubuh.

Berbeda dengan orang wudhu. Batas luar tubuh orang wudhu tidak sama dengan batas luarnya orang salat.

Meski Berpuasa, Tubuh Jangan Sampai Kekurangan Air

Meski Berpuasa, Tubuh Jangan Sampai Kekurangan Air

Orang wudhu, saat membasuh wajah, batas luarnya hanya terletak pada anggota badan yang tampak saja. Sehingga, di dalam mulut, bagi orang yang wudhu sudah dianggap bagian dalam.

Begitu pula orang yang puasa. Orang puasa, batasan luar dalamnya tubuh, secara dasar, mirip dengan orang salat.

Namun ada yang sedikit mirip dengan orang wudhu sebagaimana dalam masalah hukum air liur bagi orang yang puasa berikut ini.

Karena diproduksi secara terus menerus oleh tubuh maka menelan ludah kadang menjadi tidak terhindarkan.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved