Berikan Edukasi Digital Printing kepada Desainer Grafis, Astragraphia Dukung Ekosistem Ekraf

Sharing knowledge diberikan Astragraphia kepada para siswa SMK Grafika, Mahasiswa Desain,dan para professional desain.

Berikan Edukasi Digital Printing kepada Desainer Grafis, Astragraphia Dukung Ekosistem Ekraf
istimewa
Direktur PT Astra Graphia Tbk , Mangara Pangaribuan (kedua dari kanan) memperlihatkan hasil pencetakan desain menggunakan mesin digital printing dari Astragraphia kepada Co-Founder & Design Director of Visious Studio yang juga Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI), Rege Indrastudianto (paling kiri); Pelaksana Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif, Islamuddin Rusmin Reka; dan Founder, Director – E+Partners Brand Design Consultancy serta Board of Directors dari ADGI, Emir Hakim di Jakarta, Rabu (15/5/2019) 

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Produk Domestik Bruto Sektor Ekonomi Kreatif tahun 2017 memberikan kontribusi 7,44 persen terhadap total perekonomian nasional dengan nominal sebesar Rp 989 triliun. PDB Ekraf terus tumbuh sebesar 5.06 persen pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. 

Pelaksana Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif, Islamuddin Rusmin Reka mengatakan bahwa setiap tahun, industri kreatif Indonesia tumbuh positif. PDB Ekonomi kreatif diproyeksikan meningkat mendekati 1,102 triliun pada 2018.

Pertumbuhan pesat terjadi pada 4 subsektor, dari 16 subsektor dalam ranah Bekraf, salah satunya adalah Desain Komunikasi Visual (DKV) bertumbuh sebesar 8,14 persen .

Menurutnya, di masa depan, industri ekonomi kreatif akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.

“Dengan potensi market yang besar, serta munculnya generasi milenial, subsektor desain komunikasi visual memiliki potensi dalam mendorong pertumbuhan Ekraf yang juga dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap subsektor Ekraf lainnya, misalnya pada Ekraf Kuliner, Fesyen, Kriya, dan sebagainya,” kata Islamuddin Rusmin Reka dalam suatu diskusi di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Keberadaan desain komunikasi visual/grafis dan desain produk akan menjadi penting dalam perkembangan industri kreatif. Hal ini terjadi karena adanya kebutuhan pelaku usaha terkait  branding, materi tampilan, desain katalog, dan lain-lain.

Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) pun beberapa kali memberikan pelatihan kepada UMKM yang ada di Indonesia, baik bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) maupun dengan institusi lain. 

Rege Indrastudianto, Co-Founder & Design Director of Visious Studio yang juga Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI) mengatakan, desain grafis dan desain produk merupakan sebuah elemen penting. Sebab, kesan pertama ketika melihat produk adalah dari tampilannya dulu, baik dari bentuk produk, warna maupun kemasannya.

Kesan terhadap produk ini yang harus dipahami oleh para produsen. Tampilan identitas visual yang menarik, baik dari cerita, grafis maupun kualitas cetak, akan mampu memberikan kesan yang baik atas produk yang ada. “Saran kami, untuk para pelaku industri, bisa lebih memperhatikan soal identitas visual,” ujarnya.

Emir Hakim, Founder, Director – E+Partners Brand Design Consultancy serta Board of Directors dari ADGI ini pun mengatakan, perkembangan industri kreatif di Indonesia, merupakan kesempatan baik  bagi para desainer grafis.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved