Berita Jakarta

Beredar Kabar Perekrutan Gangster Motor yang Disebar Lewat Medsos, Ini Klarifikasinya

Beredar kabar perekrutan gangster motor yang disebar lewat medsos. Masyarakat diminta berhati-hati mengendarai motor.

Beredar Kabar Perekrutan Gangster Motor yang Disebar Lewat Medsos, Ini Klarifikasinya
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019). 

Beredar kabar perekrutan gangster motor yang disebar lewat medsos. Masyarakat diminta berhati-hati mengendarai motor. 

Dalam sebuah unggahan di media sosial tersebar informasi yang isinya memperingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati saat mengendarai motor pada malam hari karena ada beberapa kasus serangan acak kepada pengendara motor dengan motif perekrutan anggota gangster kelompok bermotor.

Klaim

 Ada serangan acak terhadap pengendara motor yang dilakukan oleh anggota gangster kelompok bermotor yang merupakan salah satu syarat untuk bisa bergabung dalam kelompok gang bermotor.

Rating: Salah/Disinformasi

Penjelasan

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Penjelasan Lengkap Pakar IT BPN Prabowo-Sandi, Hasil Scanning C1 Situs KPU Gambar Editan Photoshop

 Prabowo Tolak Keabsahan Pilpres 2019 dan Tak Akan Gugat ke MK, Ini Konsekuensi Hukumnya Kata Ahli

Polda Metro Jaya menepis isu perekrutan menjadi anggota gangster yang tersebar melalui aplikasi pesan dalam jaringan whatsapp beberapa waktu ke belakang.

"Itu kasus lama ya tahun lalu yang berkaitan gengster-gangster itu yang sudah kami lakukan penangkapan dan memanfaatkan kultur dalam suatu kelompok kalau dia melukai orang maka dia akan diangkat jadi pimpinannya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Menurut Argo, berbagai pesan yang muncul di whatsapp atau perpesanan biasa, sengaja dimunculkan kembali saat ini untuk mengejar sensasi.

Argo mencontohkan video viral sesearang lari dan orang membacok hingga meninggal dunia di Kwitang, Jakarta Pusat, di mana pelakunya sudah ditangkap.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved