Asuransi

Asuransi Sequis Lady Protection Rider, Upaya Preventif Terhadap Serangan Penyakit Lupus

LUPUS merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan. Bahkan karena penyakit ini, yang bersangkutan bisa juga engalami gagal ginjal.

Asuransi Sequis Lady Protection Rider, Upaya Preventif Terhadap Serangan Penyakit Lupus
Istimewa
ILUSTRASI Sequis menawarkan berbagai asuransi, termasuk meng-cover pengobatan penyakit lupus yang banyak diderita oleh wanita. 

Salah satu produk unggulan Sequis untuk mengantisipasi risiko penyakit kritis seperti lupus yang mungkin terjadi khususnya bagi kaum wanita adalah Sequis Lady Protection Rider (SQLPR).

LUPUS merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan. Misalnya, selebriti dunia Selena Gomez terserang penyakit lupus.

Bahkan karena penyakit ini, ia juga mengalami gagal ginjal.

Hal ini bisa terjadi karena lupus merupakan penyakit autoimun yang rentan menyebabkan komplikasi terutama pada ginjal.

Lupus lebih banyak menyerang perempuan usia produktif, sulit dideteksi, dan tidak mudah disembuhkan.

Penyakit Lupus Lebih Sering Serang Perempuan, Begini Penjelasannya

Penyanyi Selena Gomez Kena Lupus, Berisiko Kena Stroke

Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengetahui tentang penyakit lupus.  

Head of Health Claim Department Sequis dr AP Hendratno mengatakan, gejala awal penyakit lupus seringkali tidak terdeteksi karena gejala yang ditunjukkan tidak khas dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari ringan sampai berat.

Tingkat keparahannya pun dari ringan, berat hingga mengancam jiwa.

Dukung Revitalisasi Pascagempa Palu, Sequis Life Bangun 50 Rumah Hunian Sementara

Tanda fisik umum

Secara umum, tanda fisik yang sering dikeluhkan pasien, seperti kelelahan berlebihan, nyeri sendi, demam sangat tinggi, sensitif pada sinar matahari, dan berat badan terus turun.

"Lupus bukan disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh tetapi kondisi kekebalan tubuh yang kehilangan kemampuan membedakan sel dan jaringan tubuh sendiri dengan substansi asing," ungkap Hendratno, dalam keterangan tertulisnya awal pekan ini.

"Alhasil, istem kekebalan tubuh malah menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh itu sendiri," imbuhnya. 

Menurutnya, sebaiknya, obat atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator) dihindari atau tidak dikonsumsi. 

"Jika gejala awal sudah terlihat, lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosa awal, mendapatkan pengobatan, dan mengontrol respon autoimunitas untuk mengurangi kerusakan organ yang diserang," ujar Hendratno.

Hindari faktor pencetus

Ia juga menegaskan agar selagi sehat sebaiknya aktif menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit lupus.

“Sebaiknya kita terutama perempuan mempraktikkan gaya hidup sehat, tidak merokok, dan rutin berolahraga," ungkapnya.

Sementara bagi mereka yang penyakit lupusnya sudah terkontrol, lanjut Hendratno, sebaiknya menghindari faktor pencetusnya, seperti paparan sinar matahari langsung, stres, dan tidak mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu apalagi tanpa sepengetahuan dokter.

Ia juga menyarankan untuk tidak lupa menggunakan lotion pelindung kulit pada bagian kulit yang akan terpapar sinar matahari.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved