Pilpres 2019

Angka Klaim Kemenangan Berubah dari 62 Persen Menjadi 54 Persen, Ini Penjelasan BPN Prabowo-Sandi

Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, perubahan terjadi karena pihaknya masih terus mengumpulkan data C1.

Angka Klaim Kemenangan Berubah dari 62 Persen Menjadi 54 Persen, Ini Penjelasan BPN Prabowo-Sandi
Warta Kota/Adhy Kelana
Koordinator Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019). Dalam kesemapat itu Danil merasa keberatan dengan ketarangan saksi dari penyidik polisi yang menyatakan dirinya dan Fadlizon orang pertama yang meyebarankan foto Ratna saat mukanya lebam. kla 

JURU Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak, memberi penjelasan adanya perubahan angka klaim kemenangan Prabowo-Sandi, dari 62 persen menjadi 54 persen.

Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, perubahan terjadi karena pihaknya masih terus mengumpulkan data C1.

“Waktu 62 persen kemarin memang kami baru mengumpulkan beberapa persen, perkembangan ada di tim Bapak Laode Kamaludin,” ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Amien Rais Nilai Wiranto Perlu Dibawa ke Mahkamah Internasional Gara-gara Hal Ini

Saat ditanya kenapa Prabowo Subianto langsung mendeklarasikan kemenangan, walaupun baru mengumpulkan data beberapa persen, Dahnil Anzar Simanjuntak tidak memberikan jawaban pasti.

“Ya itu tadi, masih terus berproses seperti Situng milik KPU,” katanya.

Mengenai ajakan KPU untuk melakukan adu data, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan hal itu sudah dilakukan pihaknya, sejak sebelum dilakukan pemungutan suara, terutama masalah DPT (daftar pemilih tetap).

Amien Rais Ganti Istilah People Power dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat, Takut Diciduk Polisi?

Dahnil Anzar Simanjuntak pun menyayangkan pernyataan pihak KPU yang menyatakan siap adu data dengan BPN, namun beberapa waktu sebelumnya secara arogan mengatakan data paling valid adalah milik KPU.

“Kalau mau adu data jangan sampai ada pernyataan seperti itu, kalau mau adu data harus fair,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akhirnya memaparkan hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh tim internal mereka.

Ini Hasil Penghitungan Suara Internal BPN Prabowo-Sandi, Ternyata Tak Sampai Menang 62 Persen

Pemaparan dilakukan oleh Laode Kamaluddin, tim pakar BPN Prabowo-Sandi, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved