Pemilu 2019

Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal

Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal.

Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Salah seorang dokter syaraf, Ani Hasibuan, mengadukan masalah banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas, kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (6/5/2019). 

Kemudian, Ani menyanggah pernyataan pihak KPU yang menyebutkan bahwa kasus meninggalnya petugas KPPS disebabkan kelelahan bekerja.

“Kalau kita bicara fisiologi, kelelahan itu kan kaitannya dengan fisik," kata Ani.

"Kalau orang beraktivitas, dia pakai gula metabolisme," ucap Ani.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)

"Kalau habis capek. Dia hipoglekimia dia lapar. Kalau enggak oksigennya dipakai dia ngantuk," jelas Ani.

"Jadi orang capek itu, dia ngantuk, dia lapar," kata Ani.

"Kalau dipaksa, dia pingsan, enggak mati dong,” ujar Ani.

Ani juga berpendapat, beban kerja petugas KPPS pada Pemilu 2019 ini tidak terlalu berat.

Ia membandingkannya dengan dokter yang sedang mengambil spesialis.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)

“Saya melihat beban kerjanya. Ada di laporan kerja saya. Itu beban kerjanya saya tidak melihat ada fisik yang capek," ucap Ani.

"Yang saya tahu, dokter yang ambil spesialis itu capek kerja tiga hari tiga malam tidak ada yang mati," kata Ani.

"Yang ada itu malah tambah gendut,” kata Ani.

Ani menambahkan, kemungkinan penyebab kematian adalah penyakit yang sudah diderita petugas KPPS.

Ia mencontohkan seseorang yang terkena tumor otak.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Apabila penderita tidak dibebani kerja otak yang besar, maka ia akan baik-baik saja.

Namun, apabila beban kerjanya besar, tumor itu disebutnya akan “bertingkah” sehingga dapat menyebabkan penderita meninggal dunia.

“Jadi, bukan karena capeknya,” ujar Ani. 

Senin (6/5/2019), dokter Ani bersama kumpulan advokat bernama Advokat Senopati 08 dan sejumlah dokter menemui Wakil Ketua DPR Fahri Hamzahmembahas banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat menjalankan tugas.

Namun, dia menolak menyebut rumah sakit tempat dirinya bekerja.

"Yang saya baru lihat hanya di satu tempat dan itu pun tidak banyak. Dari 68 yang sakit, kami baru melihat 3 orang saja.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Sebenarnya belum bisa mewakili ya, tetapi saya kira kita perlu concern saja. Ini ada orang-orang dari 68 yang sakit, ada 11 meninggal, kita perlu tahu kenapa sih meninggalnya," ujar Ani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Ani mengaku, petugas KPPS yang dia cek ada di Yogyakarta.

Ia merasa miris karena ada ratusan petugas KPPS yang meninggal.

Apalagi, kata dia, usia para petugas ini masih sekitar 20 hingga 40 tahun.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Dia menilai, agak janggal jika usia tersebut meninggal karena kelelahan.

Dia pun menyampaikan keresahan ini kepada Fahri.

"Apakah benar kejadian ini karena kecapekan? Benar enggak? Harus dilakukan investigasi supaya tidak diabaikan ya," kata Ani.

Meskipun ikut rapat bersama kelompok advokat pendukung Prabowo-Sandiaga, Ani menolak disebut berpihak.

"Saya baru kenalan hari ini dengan mereka.

Saya enggak kenal, nanti ditanya saja kalau mereka apa tujuannya.

Kalau saya jelas tujuannya hanya melaporkan apa yang saya temukan di lapangan dan saya minta ini diperiksa," ujar Ani.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Jejak Digital Ani Hasibuan

Menyatakan diri tidak berpihak pada siapa pun dan murni menunjukkan kepedulian terhadap petugas KPPS yang meninggal, jejak digital Ani Hasibuan justru baru-baru ini viral.

Melansir Wartakotalive.com, jejak digital Ani Hasibuan pun diungkap ke publik, sekaligus mengungkap siapa dr Ani Hasibuan itu.

Akun sang_Pembantu @sang_Pembantu, mengungkap dan membagikan foto terkait aktivitas Ani Hasibuan dan kecenderungan politiknya.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Sejumlah akun facebook di antaranya akun Epy Dachlan turut membagikan jejak digital Ani Hasibuan.

Mengutip Wartakotalive.com, akun diduga milik Ani Hasibuan ditemukan dengan nama @anihasibuan1974.

Pada akun tersebut, terdapat unggahan foto-foto (mirip) Ani Hasibuan, termasuk juga video antara lain berisi pernyataan (mirip) Ani Hasibuan yang mengomentari kaus Ahmad Dhani.

Foto-foto Ani Hasibuan memakai pakaian putih dengan logo garuda merah mirip seragam timses Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno pun ada.

 Masih Ingat Sumanto si Pemakan Mayat? Sudah 18 Tahun Huni RSJ, Ramadan 1440 H Akan Lakukan Ini

 Anak Pedagang yang Hidup Pas-Pasan Dapat Nilai 100 di Seluruh Mata Pelajaran Ujian Nasional (UN) SMA

 Tahun Berapa Anda Lahir di Kalender Hijriyah? Ini Daftar Lengkap dan Perbandingannya dengan Masehi

Ani Hasibuan pun menunjukkan tangannya sebagai bentuk dukungan kepada pasangan Pilpres nomor 02.

Di sebuah laman berita, Ani Hasibuan mengaku memiliki kecenderungan politik tertentu, tetapi apa yang ia lakukan terkait tewasanya ratusan penyelenggara Pemilu 2019 semata-mata karena kemanusiaan.

Meski begitu, apa yang dilakukan Ani Hasibuan yang mengusulkan pengusutuan kasus tewasnya ratusan penyelenggara Pemilu itu urusan pribadi dan benar didorong oleh kepentingan kemanusiaan.(Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul IDI Akhirnya Angkat Bicara soal Kontroversi Dokter Ani Hasibuan dan Jejak Digitalnya. Sebelumnya berita ini juga telah tayang di Kompas.com dengan judul "IDI: Jika dr Ani Hasibuan Terindikasi Langgar Etik, Laporkan Saja"

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved