Banyak Menunduk Selama Sidang, Lurah Pungli Cuma Dituntut 10 Bulan

Banyak Menunduk Selama Sidang, Lurah Pungli Cuma Dituntut 10 Bulan. Simak berita selengkapnya.

Banyak Menunduk Selama Sidang, Lurah Pungli Cuma Dituntut 10 Bulan
WARTA KOTA/GOPIS SIMATUPANG
Sidang tuntutan perkara pungli Lurah Kalibaru Abdul Hamid di PN Depok, Rabu (15/5/2019). 

JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok menuntut terdakwa kasus pungutan liar (pungli) Abdul Hamid (55), yang merupakan Lurah Kalibaru, Kecamatan Cilodong, agar dihukum selama 10 bulan penjara, dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Raya Boulevard GDC, Cilodong, Kota Depok, Rabu (15/5/2019).

Saat membacakan amar tuntutan, jaksa Roji Juliantono yang mewakili Kasi Pidana Khusus Kejari Depok Hary Palar, menyatakan Hamid terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 368 Ayat 1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Hamid selama 10 bulan penjara," ucap Roji di dalam ruang sidang.

 Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal

 Viral Jenazah Anak Kecil Ditinggal Terbang, Ini Klarifikasi Lengkap Pihak Lion Air

 Pengasuh Rafathar Kembalikan Barang Pemberian Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Ada Apa?

 Hubungan Istimewa Antara Ratna Sarumpaet & Rocky Gerung Terungkap dalam Persidangan

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Petugas KPPS Pemilu 2019 Ini Sempat Tak Sadarkan Diri Lalu Dirawat dan Selamat, Ini Diagnosis Dokter

Untuk diketahui, Pasal 368 Ayat (1) KUHP berbunyi, "Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun."

Di dalam ruang sidang diungkapkan, Hamid melakukan aksinya berawal saat Saksi Davit Ronaldo, seorang warga Kalibaru, meminta tanda tangan terdakwa untuk dokumen Akta Jual Beli Tanah, Surat Pernyataan Tidak Sengketa, Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (SPORADIK), Surat Keterangan dan Surat Keterangan Riwayat milik Saksi, 11 Februari 2019).

Saat itu Hamid memberitahukan kepada Saksi bahwa berkasnya masih di laci dan belum ditanda tangani dengan alasan, masih ada kekurangan berkas dan ada biaya administrasinya.

 Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal

 Viral Jenazah Anak Kecil Ditinggal Terbang, Ini Klarifikasi Lengkap Pihak Lion Air

 Pengasuh Rafathar Kembalikan Barang Pemberian Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Ada Apa?

 Hubungan Istimewa Antara Ratna Sarumpaet & Rocky Gerung Terungkap dalam Persidangan

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Petugas KPPS Pemilu 2019 Ini Sempat Tak Sadarkan Diri Lalu Dirawat dan Selamat, Ini Diagnosis Dokter

Mendengar hal itu lalu saksi menanyakan berapa nilai transaksi dan dijawab terdakwa, Rp 700.000 per meter dikalikan 280 meter persegi.

Selain itu, terdakwa juga meminta biaya administrasi sebesar tiga persen dari nilai transaksi sambil mengambil handphone dan menghitung lalu menunjukkan hasil penghitungan ke Saksi dan berkata "biayanya itu sebesar Rp 5.880.000,-".

Saksi kemudian merespon ucapan terdakwa dengan bertanya, "apakah biaya administrasi tiga persen dari nilai transaksi itu ada dasar hukumnya?" Yang dijawab terdakwa, "ada". Selanjutnya, Saksi bertanya lagi "apakah nanti dibuatkan kuitansi?" Yang dijawab terdakwa, "tidak ada kuitansi".

 Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal

 Viral Jenazah Anak Kecil Ditinggal Terbang, Ini Klarifikasi Lengkap Pihak Lion Air

 Pengasuh Rafathar Kembalikan Barang Pemberian Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Ada Apa?

 Hubungan Istimewa Antara Ratna Sarumpaet & Rocky Gerung Terungkap dalam Persidangan

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Petugas KPPS Pemilu 2019 Ini Sempat Tak Sadarkan Diri Lalu Dirawat dan Selamat, Ini Diagnosis Dokter

Atas ucapan terdakwa, Saksi merasa dirinya terancam, takut urusan jual beli tersebut tidak dapat diproses secara administrasi. Akhirnya, Saksi terpaksa menerima tarif yang telah ditentukan terdakwa tersebut dikarenakan khawatir apabila tidak dipenuhi maka berkas Saksi tidak akan ditanda tangani oleh terdakwa.

Kemudian Saksi dan terdakwa sepakat akan melakukan pertemuan kembali, Kamis (14/2/2019), sekira jam 10.00 wib bertempat di Kantor Kelurahan Kalibaru, Jalan Haji Abdul Gani I RT. 003/RW. 002 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, dengan maksud untuk menyerahkan uang administrasi yang diminta oleh terdakwa.

Sambil membawa berkas, Saksi menemui terdakwa dan Saksi mengatakan, "Pak, biayanya lempeng aja ya" sambil memberikan satu buah amplop warna putih yang berisikan uang lalu oleh Saksi diletakkan di atas meja kerja terdakwa yang langsung ditutupi terdakwa dengan menggunakan map berkas Akta Jual Beli.

 Ikatan Dokter Indonesia Akhirnya Bicara Soal Kontroversi Ani Hasibuan Terkait Ratusan KPPS Meninggal

 Viral Jenazah Anak Kecil Ditinggal Terbang, Ini Klarifikasi Lengkap Pihak Lion Air

 Pengasuh Rafathar Kembalikan Barang Pemberian Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Ada Apa?

 Hubungan Istimewa Antara Ratna Sarumpaet & Rocky Gerung Terungkap dalam Persidangan

 Ini Penjelasan Lengkap Kenapa THR PNS, Polri, TNI, dan Pensiunan Tidak Akan Cair 24 Mei Ini

 Petugas KPPS Pemilu 2019 Ini Sempat Tak Sadarkan Diri Lalu Dirawat dan Selamat, Ini Diagnosis Dokter

Setelah amplop putih tersebut diterima dan disimpan di dalam laci lalu terdakwa meminta Saksi Muhammad Yunus untuk mengerjakan berkas agar diketik. Tak berselang lama, Saksi Muhammad Yunus masuk ke dalam ruangan terdakwa sambil menyerahkan dokumen yang sudah diketikkan tersebut.

Dokumen itu diterima terdakwa lalu ditanda tangani. Setelah selesai tanda tangan, datang beberapa Anggota Tim Saber Pungli Polresta Depok yang langsung mengamankan terdakwa berikut satu buah amplop warna putih yang berisikan uang tunai sebesar lima juta rupiah dengan pecahan Rp 100.000,- sebanyak 50 lembar yang disimpan terdakwa di dalam laci meja kerjanya. Atas perbuatannya, terdakwa berserta barang bukti digelandang ke Polresta Depok untuk pemeriksaan lebih lanjut. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved