Anak Perekam dan Penyebar Video HS Ancam Penggal Jokowi Minta Ibunya Dibebaskan, Ini Alasannya

Saya berharap persoalan ini cepat selesai dan ibu saya segera dibebaskan. Ibu saya kan engga tahu apa-apa. Ibu saya juga kan engga kenal pemuda itu

Anak Perekam dan Penyebar Video HS Ancam Penggal Jokowi Minta Ibunya Dibebaskan, Ini Alasannya
KOLASE TRIBUN JATENG
2 wanita yang ada di video ancam penggal Jokowi 

Hilary Putri Armana (20) anak perekam dan penyebar video pemuda HS yang ancam penggal kepala Jokowi meminta ibunya dibebaskan. Ia yakin ibunya tak bersalah.

"Saya berharap persoalan ini cepat selesai dan ibu saya segera dibebaskan. Ibu saya kan engga tahu apa-apa. Ibu saya juga kan engga kenal pemuda itu," katanya saat ditemui dikediamannya di Grand Residen City, Cluster Prapanca Dua, Blok B 11/21, RT 02 RW 14, Kelurahan Cijengkol Kecamatan Setu kabupaten Bekasi, Rabu (15/5/2019) sore.

Kediaman Ina pelaku perekam dan penyebar video pemuda HS yang ancam penggal kepala Jokowi di Grand Residen City, Cluster Prapanca Dua, Blok B 11/21, RT 02 RW 14, Kelurahan Cijengkol Kecamatan Setu kabupaten Bekasi.
Kediaman Ina pelaku perekam dan penyebar video pemuda HS yang ancam penggal kepala Jokowi di Grand Residen City, Cluster Prapanca Dua, Blok B 11/21, RT 02 RW 14, Kelurahan Cijengkol Kecamatan Setu kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Hilary mengungkapkan alasan kuat ibunya tak bersalah dikarenakan ibu hanya merekam dan tidak tahu ada pemuda yang sedang berbicara berisi ancaman kepada Presiden Joko Widodo.

"Ibu saya suka dokumentasi suka selfie. Jadi pas demo di Bawaslu itu rekam video buat bukti kalau ikut demo. Ibu saya engga tahu ada ucapan ancaman dari pemuda itu, ibu saya langsung kirim ke dua group WA. Pas dicek engga tahunya ada ucapan itu, mau dihapus sudah engga bisa sudah nyebar," ungkapnya.

Perempuan Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Kepala Jokowi Dijerat Pasal Makar

TERBARU, Perekam dan Penyebar Video Pemuda Sesumbar Penggal Kepala Presiden Jokowi Ditangkap Polisi

Perekam dan Penyebar Video Pemuda HS Ditangkap di Bekasi, Begini Penjelasan Polisi

Hilary mengatakan video ibunya bisa nyebar ke media sosial seperti facebook juga tidak tahu. Bahkan akun yang menyebarkannnya di facebook itu ibunya tidak mengenalnya.

"Hanya dikirim dua group WA, satu group itu isinya relawan 02 di Kecamatan Setu dan Relawan 02 berbagai daerah. Engga tahu bisa nyebar ke medsos lain. Mungkin ada orang diluar relawanan 02 yang nyamar masuk group itu," jelasnya.

Rizal Ramli Ungkap Tantangan Debat Terbuka Bongkar Data Rekapitulasi Nasional Suara Pilpres

Ia menyebut sebelumnya ibu tidak pernah ikut organisasi masyarakat ataupun partai. Ibunya mulai aktif menjadi relawan 02 saat Pilpres 2019.

"Itu juga ibu saya relawan biasa, hanya saksi 02 saja. Bukan kader partai atau simpatisan. Waktu berangkat demo ke Bawaslu aja ibu saya berangkat sendiri sukarela aja karena kan pendukung 02, disana baru ketemu sama temannya tante Anna itu," ucapnya.

Tiga Link Live Streaming Persija vs Shan United, Steven Paullie Yakin Kali Ini Persija Bakal Menang

Setelah ditangkap, ibunya hanya berpesan kepada dirinya untuk menjaga adiknya yang masih SMP kelas 1.

"Engga ada ngomong apa-apa, cuman dari sebelum ditangkap sudah kasih tahu siap-siap ibu bakal ada yang bawa, jangan kaget atau sedih. Jaga rumah jaga adik, itu pesan ibu saya," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved