Berita Video

VIDEO: Sandiaga Uno Sebut Prabowo Siapkan Surat Wasiat

kami sesuai dengan pak Prabowo kita berkontak bahwa pak Prabowo sedang merancang surat wasiat apa yang dituliskan oleh beliau

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan pasangannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo Subianto tidak dapat menerima hasil Pemilihan Umum (Pemilu) curang yang bakal diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dirinya pun menyebut Prabowo telah menyusun surat wasiat sebagai landasan Badan Pemenangan Nasional (BPN) melangkah ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sandi usai Shalat Terawih bersama Jaringan Sehat Prabowo-Sandi (Jas Padi) di Klinik Utama Taradita, Jalan SMA 48, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur pada Selasa (14/5/2019) malam.

VIDEO: Sajian Kuliner di ITC Depok, Festival Ramadan Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Sandi mengungkapkan kesetiaannya terhadap Koalisi Adil dan Makmur tidak berkurang sedikit pun. Begitu juga Prabowo Subianto yang tetap meneguhkan hati untuk menjaga demokrasi bangsa tetap utuh.

Oleh karena itu, dirinya mengaku terharu ketika mendapati fitnah yang menyebutkan dirinya berpaling dari Prabowo. Padahal, dirinya tetap berjuang bersama untuk menegakkan pilar demokrasi bangsa yang kini ternoda.

VIDEO: Siti Badriah Bersyukur Isi Acara Sahur 30 Hari Selama Ramadan

"Saya setia berjuang untuk Indonesia adil makmur ini nggak setengah-setengah dan saya sangat-sangat melihat bahwa masa depan Indonesia cerah kalau kita bisa menjaga pilar demokrasi kita. Dan pilar demokrasi kita sekarang dalam ujian, karena ada upaya-upaya melemahkan demokrasi kita," ungkap Sandi.

"Saya berkomitmen waktu saya terjun ke politik adalah ini ladang amal buat saya, dan saya niatkan untuk ibadah. Karena itu kami sesuai dengan pak Prabowo kita berkontak bahwa pak Prabowo sedang merancang surat wasiat apa yang dituliskan oleh beliau," jelasnya.

VIDEO: Bastian Steel Akui Dekat dengan Shafa Harris

Surat wasiat tersebut katanya tengah disusun Prabowo bersama sejumlah ahli hukum terkait banyaknya temuan kecurangan Pemilu 2019. Surat wasiat tersebut menegaskan jika Prabowo tidak dapat menerima hasil Pemilu curang.

"Beliau lagi mendapatkan masukan-masukan dari ahli hukum bagaimana menyikapi (adanya kecurangan Pemilu). Tentunya perlu digarisbawahi bahwa beliau tidak bisa menerima hasil Pemilu yang curang, tapi beliau masih berkhusnudzon (berprasangka baik) bersama-sama dengan saya," ungkap Sandi.

"Saya kemarin berdiskusi panjang lebar sama beliau, masih ada waktu untuk penyelenggara Pemilu memperbaiki, mengkoreksi dan merevisi temuan-temuan (Kecurangan) tersebut sebagai bahan masukan. Karena waktu masih cukup untuk kita memperbaiki demokrasi kita san kita masih berprasangka baik, berbaik sangka dan kita harapkan bisa ditanggapi oleh para penyelenggara Pemilu," tambahnya.

Walau surat wasiat menjadi pegangan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam menetapkan langkah ke depan, Sandi menegaskan pihaknya belum memutuskan untuk mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Hanya saja, surat wasiat tersebut berisi upaya pihaknya untuk menegakkan pilar demokrasi yang sesuai dengan hukum dan konstitusi bangsa.

"Kita belum sampai ke sana, kita masih berharap, tapi kita masih mempersiapkan tentunya langkah-langkah apa yang harus kita lakukan selama sepuluh-dua belas hari ke depan," jelas Sandi.

"Yang dapat kita yakinkan kepada semua rakyat Indonesia bahwa yang kita lakukan semua dalam koridor konstitusi, semua dalam koridor hukum dan Insya Allah ini jalan damai, jalan yang memperbaiki pilar demokrasi kita dan kita ikhtiar untuk kebaikan bangsa," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved