Berita Video Artis

VIDEO: Film 'Ambu' Angkat Polemik Ibu dengan Aturan Adat Suku Baduy

Film yang menceritakan kisah konflik keluarga antara anak keibunya yang diperankan oleh Widyawati (Ambu Misnah),

Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh karya terbaik dari sineas tanah air, yang tentunya memiliki kualitas yang baik.

Kali ini film karya anak bangsa datang dari tangan sutradara baru bernama Farid Dermawan, yang menelurkan sebuah karya film yang bertajuk 'Ambu', yang rencananya akan tayang medio 16 Mei 2019.

Film yang menceritakan kisah konflik keluarga antara anak keibunya yang diperankan oleh Widyawati (Ambu Misnah), Laudya Cynthia Bella (Fatma), dan Lutesha (anak Fatma/Nona), ditambah dengan mengangkat keindahan alam dari daerah Suku Baduy Luar.

VIDEO: Gelar Pasukan Satgas Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Konflik keluarga tersebut berawal ketika Fatma mencoba menentang sebuah restu Ambu Misnah, terkait pilihan Fatma untuk menikah dengan kekasihnya dari Jakarta.

Selain konflik dengan orangtuanya, Fatma pun menderita penyakit kanker payudara dan membesarkan Nona seorang diri, tanpa dibantu bekas suaminya itu.

VIDEO: Bopak Castello Minta Tes DNA Anaknya Karena Mirip Bule

Farid Dermawan, selaku sutradara menjelaskan bahwa latar belakang dirinya mengangkat film 'Ambu' ke layar bioskop, karena Indonesia jarang ada tema film yang mengangkat kisah ibu.

"Saya memutuskan bersama mba Titien Watimena penulis skenario mengangkat cerita tentang keluarga. Alhamdulillah saya suka, yaudah kita jalan. Karena saya pengin banget cerita tentang keluarga terutama menyangkut soal ibu," kata Farid Dermawan saat berbincang di kantor redaksi Warta Kota, Palmerah, Selasa (14/5/2019).

Kedatangan Farid Dermawan bersama dengan Titien Watimena, Endhita Wibisono, dan Lutesha untuk mempromosikan film 'Ambu'.

"Kalau sudah ngomong ibu paasti meleleh. Dengan kondisi cerita mba Titien yang baik, kita sudah oke, ya kita kondisikan dengan setting di Baduy," tambahnya.

Tentu ada sebuah alasan mengapa Farid mengangkat Suku Baduy, sebagai latar tempat untuk pengambilan gambar. Alasannya adalah ia menganggap Baduy, adalah suku yang masih unik dan masih menjaga kearifan lokal, serta menjaga alamnya.

"Terus juga perlu yang diangkat dari Baduy, karena konsistensinya mengangkat kearifan lokal," ucapnya. (ARI).

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved