Razia ke Pasar Anyar, Petugas Gabungan Temukan Makanan Diduga Mengandung Formalin dan Pestisida

Khusus produk sayur dan buah, dari 20 sample yang diuji, 4 sample di antaranya sample positif mengandung pestisida.

Razia ke Pasar Anyar, Petugas Gabungan Temukan Makanan Diduga Mengandung Formalin dan Pestisida
Warta Kota/Andika Panduwinata
Makanan positif mengandung formalin dan pestisida sesuai pengujian yang dilakukan. 

Makanan yang diduga mengandung formalin beredar luas di Pasar Anyar, Kota Tangerang.

Temuan ini didapat setelah tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PD Pasar, PPNS, Satpol PP, Polrestro Tangerang dan Balai POM Serang menggelar razia makanan mengandung zat berbahaya di pasar tersebut.

Kepala Bidang Keane­ka­ra­gam­an Konsumsi dan Keahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Eny Nurhaeni menjelaskan dari 62 sample produk peternakan yang diuji, 14 produk di antaranya positif mengandung formalin.

Khusus produk sayur dan buah, dari 20 sample yang diuji, 4 sample di antaranya sample positif mengandung pestisida.

“Kami juga menemukan adanya kandungan boraks, formalin, dan rodamin B pada produk olahan pangan,” ujar Eny, Selasa (14/5/2019) kepada Wartakotalive.com.

“Dari sample 18 olahan pangan, kami menemukan 1 sample mengandung formalin, 1 sample mengandung boraks dan 1 sample mengandung rodamin B,” ucapnya.

Adapun produk olahan pangan mengandung formalin tidemukan pada usus dan daging ayam.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap 19 sample produk olahan perikanan.

Namun, setelah diuji seluruh sample olahan perikanan negatif mengandung zat berbahaya.

Hasil seluruh bahan yang diuji saat ini disimpan di lemari pendingin laboratorium PD Pasar dan DKP untuk sebagai barang bukti.

“Pedagang yang kedapatan menjajakan produk dengan kandungan zat berbahaya akan dibina dan selanjut kami akan berkerja sama dengan Satpol PP dan Polres untuk menindak pedagang nakal tersebut,” kata Eny.

Tommy (38) pedagang pacar cina mengaku tidak mengetahui jika barang yang dijualnya mengandung bahan berbahaya. Ia pun pasrah ketika diperika oleh petugas.

“Saya dapat barangnya dari daerah Karang Tengah. Saya tidak tahu kalau ini ada bahan berbahayanya,” papar Tommy.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved